kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Manufaktur Asia Tenggara Kembali Menguat, Ditopang Permintaan Domestik


Selasa, 02 Juni 2026 / 17:07 WIB
Manufaktur Asia Tenggara Kembali Menguat, Ditopang Permintaan Domestik
ILUSTRASI. ASEAN (REUTERS/Lisa Marie David)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - ​HANOI. Aktivitas manufaktur di Asia Tenggara kembali menunjukkan perbaikan pada Mei 2026 setelah sempat melambat selama tiga bulan berturut-turut. Peningkatan permintaan domestik menjadi penopang utama di tengah masih lemahnya kinerja ekspor kawasan.

Data Bloomberg menunjukkan indeks manajer pembelian (Purchasing Managers' Index/PMI) manufaktur Asia Tenggara naik menjadi 51,5 pada Mei, dibandingkan 50,7 pada April. Angka tersebut semakin menjauh dari level 50 yang menjadi batas antara ekspansi dan kontraksi.

Laporan S&P Global yang dirilis Selasa (2/6) mencatat kenaikan pesanan baru mendorong pabrik-pabrik di kawasan meningkatkan volume produksi. Perbaikan permintaan dalam negeri membantu mengimbangi tekanan yang masih membayangi sektor ekspor.

Di antara negara-negara Asia Tenggara, Vietnam mencatat kinerja terbaik dengan PMI sebesar 52,8. Thailand menyusul dengan angka 52,6. Sementara itu, Filipina dan Indonesia juga masih berada di zona ekspansi sepanjang Mei.

Sebaliknya, aktivitas manufaktur di Myanmar dan Malaysia masih mengalami kontraksi. PMI Myanmar tercatat sebesar 49,3, sedangkan Malaysia berada di level 49,9.

Baca Juga: Likuiditas Berlebih, Bank Sentral China Kian Agresif Serap Dana

Meski aktivitas produksi dan pembelian bahan baku meningkat, pelaku usaha masih berhati-hati dalam menambah jumlah pekerja. Kondisi tersebut membuat lapangan kerja di sektor manufaktur kawasan sedikit menyusut pada Mei.

Ekonom S&P Global Market Intelligence, Maryam Baluch, mengatakan ketidakpastian global masih menjadi tantangan bagi prospek manufaktur Asia Tenggara. Menurut dia, gangguan perdagangan internasional yang berlanjut serta tekanan inflasi akibat konflik geopolitik masih berpotensi menahan laju pertumbuhan sektor industri.

Kendati demikian, penguatan permintaan domestik memberikan sinyal positif bahwa aktivitas manufaktur kawasan tetap memiliki daya tahan di tengah berbagai tantangan ekonomi global.

Baca Juga: Trump Longgarkan Tarif Impor Alat Industri dan Pertanian AS


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×