kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.968.000   52.000   1,78%
  • USD/IDR 16.743   -48,00   -0,29%
  • IDX 8.316   -664,03   -7,39%
  • KOMPAS100 1.151   -88,50   -7,14%
  • LQ45 817   -59,31   -6,77%
  • ISSI 304   -26,67   -8,06%
  • IDX30 420   -24,42   -5,50%
  • IDXHIDIV20 496   -23,25   -4,48%
  • IDX80 128   -10,14   -7,37%
  • IDXV30 137   -6,48   -4,50%
  • IDXQ30 135   -7,29   -5,12%

Bisnis Pengantaran Makanan di Asia Tenggara Mencapai Rp 379,93 triliun di 2025


Rabu, 28 Januari 2026 / 09:34 WIB
Bisnis Pengantaran Makanan di Asia Tenggara Mencapai Rp 379,93 triliun di 2025
ILUSTRASI. Pangsa pasar GMV Grab di bisnis pengantaran naik menjadi 55% di 2025 (Dok/Grab Indonesia)


Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Bisnis pengantaran makanan di Asia Tenggara semakin tokcer. Sepanjang 2025, gross merchandise value (GMV) bisnis tersebut tumbuh 18% mencapai US$ 22,7 miliar, setara Rp 379,93 triliun.

Temuan tersebut terungkap dalam laporan yang dipublikasikan Momentum Works, perusahaan konsultan bisnis e-commerce yang berbasis di Singapura, Rabu (28/1/2026). Laporan Food Delivery Platforms in Southeast Asia ini merupakan laporan tahunan. Tahun ini adalah tahun keenam laporan ini dipublikasikan.

Pertumbuhan GMV bisnis pengantaran makanan di 2025 tersebut jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan yang dicatatkan setahun sebelumnya. Di 2024, GMV bisnis pengantaran makanan Asia Tenggara hanya tumbuh 13%.

Baca Juga: Harga Emas Cetak Rekor Baru di US$ 5.209, Begini Kata World Gold Council

Momentum Works menyebut, pasar pengantaran makanan di Asia Tenggara juga sudah melewati masa rekalibrasi pasca pandemi dan memasuki era yang lebih matang di 2025.

"Sektor pengiriman makanan di Asia Tenggara terus berkembang pesat baik dalam cakupan maupun basis konsumen," kata Jianggan Li, Chief Executive Officer dan Founder Momentum Works, dalam keterangan resmi, Rabu (28/1/2026).

Keenam negara terbesar di Asia Tenggara mencatatkan pertumbuhan pasar hingga dua digit. Thailand menjadi negara dengan pertumbuhan terbesar di 2025, mencapai 22% secara tahunan.

Baca Juga: Antara Suara Buka Akses Regional bagi Musisi Indonesia Ekspansi di Asia Tenggara

Pertumbuhan di Thailand didorong oleh persaingan yang cukup ketat serta inisiatif platform pengantaran makanan untuk memperluas keterjangkauan.

Selain itu, bisnis pengantaran makanan di Thailand juga ditopang program pemerintah Thailand yang disebut Khon La Khrueng, alias setengah-setengah. Dalam program ini, pemerintah Thailand memberi subsidi 50% untuk pembelian makanan, minuman, dan barang umum.

Sementara Indonesia, Malaysia, dan Vietnam menyusul dengan pertumbuhan di kisaran 18-19%.

Baca Juga: Merger & Akuisisi di 2025 Naik 40%, Bain & Company Proyeksi di Tahun Ini Tetap Kuat

Grab masih menjadi pemain terbesar di kawasan ini. Perusahaan ini sukses memperbesar pangsa pasar GMV dari 53,8% menjadi 55%. Sementara Shopeefood kini sudah menyalip posisi Foodpanda.

Momentum Works menilai pertumbuhan akan terus berlangsung di 2026. Tahun ini, platform pengantaran makanan diprediksi akan terus fokus pada inisiatif keterjangkauan untuk mendorong pertumbuhan.

Momentum Works melihat langkah ini berpotensi menyebabkan sedikit penurunan nilai pesanan rata-rata. Akan tetapi, GMV bisa tumbuh lebih cepat, didorong oleh frekuensi pesanan yang lebih tinggi dan basis pengguna yang lebih luas.

Baca Juga: Asia Tenggara Darurat Cuaca Ekstrem: Vietnam, Thailand, & Malaysia Dilanda Banjir

"Di 2026, kami berharap dapat melihat lebih banyak konvergensi ekosistem digital di Asia Tenggara, dengan implikasi yang meluas hingga ke luar kawasan ini," imbuh Jianggan.

Selanjutnya: ORI029 Hadir dengan Kupon 5,45%–5,8%, Bisa Dibeli Lewat Growin’ Mandiri Sekuritas

Menarik Dibaca: Dynamite Kiss dan 6 Drakor Ini Punya Adegan Ciuman Paling Intim, Berani Nonton?




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×