kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.968.000   52.000   1,78%
  • USD/IDR 16.743   -48,00   -0,29%
  • IDX 8.341   -639,69   -7,12%
  • KOMPAS100 1.155   -84,55   -6,82%
  • LQ45 820   -56,29   -6,42%
  • ISSI 305   -26,08   -7,89%
  • IDX30 421   -22,70   -5,11%
  • IDXHIDIV20 498   -21,32   -4,11%
  • IDX80 128   -9,70   -7,05%
  • IDXV30 138   -5,63   -3,91%
  • IDXQ30 136   -6,78   -4,76%

Merger & Akuisisi di 2025 Naik 40%, Bain & Company Proyeksi di Tahun Ini Tetap Kuat


Rabu, 28 Januari 2026 / 09:05 WIB
Merger & Akuisisi di 2025 Naik 40%, Bain & Company Proyeksi di Tahun Ini Tetap Kuat
ILUSTRASI. Merger dan akuisisi (Sascha Steinach/IMAGO via REUTERS)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Aktivitas merger dan akuisisi (M&A) global akan terus berlanjut dengan kuat pada 2026, setelah mencatat kebangkitan besar pada 2025. Hal ini diungkapkan oleh Bain & Company dalam laporan tahunan Global M&A Report 2026 yang dirilis hari ini (28/1/2026).

Menurut laporan tersebut, nilai transaksi M&A global naik 40% pada 2025 hingga mencapai US$ 4,9 triliun, menjadikannya nilai transaksi tertinggi kedua sepanjang sejarah. Survei Bain terhadap 300 eksekutif M&A menunjukkan bahwa 80% responden memperkirakan aktivitas M&A pada 2026 akan tetap bertahan atau bahkan meningkat.

Bain menilai kondisi saat ini cukup mendukung, didorong oleh perbaikan ekonomi global serta banyaknya aset dari perusahaan ekuitas swasta dan modal ventura yang siap dijual. Selain itu, banyak pemimpin perusahaan menyadari bahwa model bisnis lama sudah mencapai batas pertumbuhan, sehingga perlu melakukan perubahan besar.

Baca Juga: Laba Kuartalan SK Innovation Melonjak, Proyeksikan Crack Spread Tetap Kuat

“Semua faktor pendukung sudah tersedia untuk menjadikan 2026 sebagai tahun yang kuat bagi M&A, melanjutkan kebangkitan besar tahun lalu,” ujar Suzanne Kumar, Executive Vice President Global M&A and Divestitures Bain & Company. Ia menambahkan perusahaan perlu segera bertransformasi menghadapi disrupsi teknologi, ekonomi pasca-globalisasi, serta perubahan sumber keuntungan, dan M&A akan menjadi alat penting dalam proses tersebut.

Bain mengidentifikasi tiga kekuatan utama yang akan membentuk strategi M&A pada 2026, yaitu disrupsi teknologi, geopolitik dan pasca-globalisasi, serta perubahan strategi portofolio perusahaan.

Di bidang teknologi, perkembangan kecerdasan buatan (AI), robotika, dan komputasi kuantum semakin memengaruhi transaksi. Hampir separuh transaksi di sektor teknologi kini memiliki unsur AI. 

Tren ini diperkirakan terus meningkat, seiring perusahaan berlomba mendapatkan talenta dan teknologi AI. Sementara itu, perusahaan non-teknologi juga semakin aktif melakukan akuisisi untuk memperkuat kemampuan digital mereka.

Dari sisi geopolitik, dampak kebijakan tarif dan fragmentasi ekonomi global pada 2025 membuat perusahaan lebih memahami risiko dan peluang dalam rantai pasok global. Pada 2026, perusahaan diperkirakan akan melakukan langkah M&A dan divestasi yang lebih berani untuk memperkuat kehadiran di wilayah yang menguntungkan dan mengurangi eksposur di wilayah yang kurang menarik.

Selain itu, tekanan perubahan industri mendorong banyak perusahaan menata ulang portofolionya. Lebih dari setengah perusahaan yang disurvei Bain mengaku sedang mempersiapkan aset untuk dijual dalam beberapa tahun ke depan, dengan tujuan meningkatkan fokus bisnis, memperoleh dana segar, dan memanfaatkan valuasi pasar yang relatif tinggi.

Penggunaan AI dalam M&A meningkat pesat. Bain mencatat 45% eksekutif menggunakan alat AI dalam proses M&A pada 2025, lebih dari dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Sekitar sepertiga pelaku M&A telah menggunakan AI secara sistematis atau merombak proses kerja agar berbasis AI, dan lebih dari separuh responden percaya AI akan sangat memengaruhi cara transaksi dilakukan.

Baca Juga: Netflix Ajukan Tawaran Tunai Penuh US$82,7 Miliar untuk Akuisisi Warner Bros

Perusahaan terdepan memanfaatkan AI untuk berbagai hal, mulai dari penyusunan pipeline transaksi, analisis pasar yang lebih akurat, percepatan realisasi sinergi, pengurangan beban persiapan integrasi, hingga pemahaman pemangku kepentingan yang lebih awal dan mendalam.

“AI dengan cepat menjadi bagian yang tak terpisahkan dari M&A. Perusahaan yang lebih dulu mengadopsinya mendapatkan keunggulan nyata,” kata Kumar.

Meski prospeknya positif, Bain mengingatkan adanya tantangan berupa tingginya persaingan kebutuhan modal. Pada 2025, porsi modal yang dialokasikan untuk M&A justru mencapai titik terendah dalam 30 tahun terakhir, karena perusahaan lebih banyak berinvestasi pada belanja modal (capex) dan riset dan pengembangan (R&D). 

Kondisi ini membuat setiap transaksi M&A harus benar-benar disiplin dan berfokus pada penciptaan nilai.

Bain merekomendasikan lima fokus utama bagi perusahaan pada 2026, antara lain menyelaraskan M&A dengan strategi jangka panjang, memastikan transaksi besar benar-benar menciptakan nilai, melakukan uji kelayakan yang menilai potensi penuh penggunaan modal, membangun kapabilitas M&A end-to-end, serta menyusun ulang strategi alokasi modal secara berkelanjutan.

Laporan Bain juga membahas tren M&A di 13 industri dan 10 kawasan. Di sektor perbankan, nilai transaksi melonjak menjadi US$ 212 miliar pada 2025, didukung regulasi yang lebih kondusif dan kebutuhan modernisasi. 

Di sektor minyak dan gas, konsolidasi mencapai rekor tertinggi seiring upaya menekan biaya dan memperkuat rantai nilai. Sementara itu, sektor perangkat lunak mencatat lonjakan akuisisi aset berbasis AI, dengan hampir separuh transaksi teknologi pada 2025 melibatkan komponen AI.

Secara keseluruhan, Bain menilai M&A akan tetap menjadi strategi kunci bagi perusahaan global pada 2026 untuk beradaptasi, bertumbuh, dan memenangkan persaingan di tengah perubahan ekonomi dan teknologi yang cepat.

Baca Juga: Rio Tinto Incar Glencore, Merger Terbesar Industri Tambang Global?

Selanjutnya: Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 16.717 Per Dolar AS Hari Ini (28/1), Asia Bervariasi

Menarik Dibaca: IHSG Ada Peluang Lanjut Menguat, Ini Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Rabu (28/1)




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×