Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - SK Innovation Co Ltd, pemilik kilang terbesar di Korea Selatan SK Energy, membukukan lonjakan laba operasional pada kuartal IV-2025 dan memproyeksikan crack spread akan tetap kuat ke depan.
Dalam pernyataannya pada Rabu (28/1/2026), SK Innovation menyebut kebijakan Amerika Serikat yang menjaga harga minyak tetap rendah diperkirakan masih berlanjut, meski permintaan musiman musim dingin mulai mereda dan muncul harapan tercapainya gencatan senjata Rusia–Ukraina.
SK Innovation mencatat laba operasional sebesar 295 miliar won (sekitar US$205,9 juta) pada periode Oktober–Desember 2025.
Baca Juga: Oracle: Gangguan TikTok di AS Akibat Pemadaman Listrik Pusat Data
Capaian ini meningkat dibandingkan laba 176 miliar won pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, angka tersebut masih berada di bawah rata-rata proyeksi analis sebesar 351 miliar won.
Perusahaan menjelaskan, meskipun margin pengilangan pada kuartal IV tergolong kuat, laba operasional secara kuartalan turun 291 miliar won dibandingkan kuartal sebelumnya. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh melemahnya profitabilitas bisnis baterai.
Unit baterai SK On, yang memasok baterai untuk produsen otomotif global seperti Ford Motor Co, Volkswagen, dan Hyundai Motor, mencatat pelebaran rugi operasional menjadi 441 miliar won pada kuartal IV, dari 125 miliar won pada kuartal sebelumnya.
Pelemahan ini terjadi seiring perlambatan penjualan baterai kendaraan listrik (EV) di Amerika Serikat, setelah berakhirnya program subsidi untuk kendaraan bertenaga baterai.
Sebagai perbandingan, pesaingnya S-Oil Corp, yang pemegang saham utamanya adalah Saudi Aramco, pada Senin lalu melaporkan lonjakan laba operasional kuartal IV sebesar 91%.
Baca Juga: Amazon Salah Kirim Email Internal Soal PHK, Karyawan AWS Sempat Panik
S-Oil juga memperkirakan margin pengilangan pada kuartal I tetap solid, ditopang permintaan yang stabil, gangguan pasokan, serta rencana penutupan salah satu kilang di Amerika Serikat.
Pasca pengumuman kinerja keuangan tersebut, saham SK Innovation tercatat naik 0,4% pada perdagangan pagi Rabu, sementara indeks acuan KOSPI menguat 1,3%













