kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.968.000   52.000   1,78%
  • USD/IDR 16.745   -46,00   -0,27%
  • IDX 8.442   -538,32   -5,99%
  • KOMPAS100 1.168   -71,67   -5,78%
  • LQ45 830   -46,39   -5,29%
  • ISSI 308   -22,82   -6,90%
  • IDX30 427   -16,97   -3,82%
  • IDXHIDIV20 504   -15,46   -2,98%
  • IDX80 129   -8,24   -5,99%
  • IDXV30 140   -4,16   -2,89%
  • IDXQ30 137   -5,03   -3,53%

Laba Kuartalan SK Innovation Melonjak, Proyeksikan Crack Spread Tetap Kuat


Rabu, 28 Januari 2026 / 08:59 WIB
Laba Kuartalan SK Innovation Melonjak, Proyeksikan Crack Spread Tetap Kuat
ILUSTRASI. SK Innovation - Chip SK hyni (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - SK Innovation Co Ltd, pemilik kilang terbesar di Korea Selatan SK Energy, membukukan lonjakan laba operasional pada kuartal IV-2025 dan memproyeksikan crack spread akan tetap kuat ke depan.

Dalam pernyataannya pada Rabu (28/1/2026), SK Innovation menyebut kebijakan Amerika Serikat yang menjaga harga minyak tetap rendah diperkirakan masih berlanjut, meski permintaan musiman musim dingin mulai mereda dan muncul harapan tercapainya gencatan senjata Rusia–Ukraina.

SK Innovation mencatat laba operasional sebesar 295 miliar won (sekitar US$205,9 juta) pada periode Oktober–Desember 2025.

Baca Juga: Oracle: Gangguan TikTok di AS Akibat Pemadaman Listrik Pusat Data

Capaian ini meningkat dibandingkan laba 176 miliar won pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, angka tersebut masih berada di bawah rata-rata proyeksi analis sebesar 351 miliar won.

Perusahaan menjelaskan, meskipun margin pengilangan pada kuartal IV tergolong kuat, laba operasional secara kuartalan turun 291 miliar won dibandingkan kuartal sebelumnya. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh melemahnya profitabilitas bisnis baterai.

Unit baterai SK On, yang memasok baterai untuk produsen otomotif global seperti Ford Motor Co, Volkswagen, dan Hyundai Motor, mencatat pelebaran rugi operasional menjadi 441 miliar won pada kuartal IV, dari 125 miliar won pada kuartal sebelumnya.

Pelemahan ini terjadi seiring perlambatan penjualan baterai kendaraan listrik (EV) di Amerika Serikat, setelah berakhirnya program subsidi untuk kendaraan bertenaga baterai.

Sebagai perbandingan, pesaingnya S-Oil Corp, yang pemegang saham utamanya adalah Saudi Aramco, pada Senin lalu melaporkan lonjakan laba operasional kuartal IV sebesar 91%.

Baca Juga: Amazon Salah Kirim Email Internal Soal PHK, Karyawan AWS Sempat Panik

S-Oil juga memperkirakan margin pengilangan pada kuartal I tetap solid, ditopang permintaan yang stabil, gangguan pasokan, serta rencana penutupan salah satu kilang di Amerika Serikat.

Pasca pengumuman kinerja keuangan tersebut, saham SK Innovation tercatat naik 0,4% pada perdagangan pagi Rabu, sementara indeks acuan KOSPI menguat 1,3%

Selanjutnya: MSCI Terapkan Perlakuan Sementara, Evaluasi Indeks Indonesia Dibekukan

Menarik Dibaca: IHSG Ada Peluang Lanjut Menguat, Ini Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Rabu (28/1)




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×