Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Amazon dilaporkan keliru mengirimkan email internal terkait rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (29/1/2026).
Kesalahan tersebut membuat sejumlah karyawan Amazon Web Services (AWS) sempat menerima pemberitahuan PHK beberapa jam lebih awal.
Menurut laporan Reuters, Selasa (27/1/2026), email internal berisi pesan bernada simpati dan undangan rapat tim itu dikirim lebih cepat dari seharusnya kepada banyak karyawan AWS, sehingga memicu kebingungan.
Baca Juga: SoftBank Jajaki Tambahan Investasi Hingga US$30 Miliar ke OpenAI
Sebelumnya, Reuters melaporkan pada Jumat lalu bahwa Amazon berencana melakukan PHK terhadap ribuan karyawan korporasi mulai pekan ini.
Namun hingga kini, Amazon belum secara resmi memberi tahu karyawan yang terdampak maupun mengonfirmasi rencana PHK tersebut.
Email yang keliru dikirim pada Selasa itu ditandatangani oleh Colleen Aubrey, Senior Vice President of Applied AI Solutions di AWS.
Dalam email tersebut disebutkan bahwa karyawan terdampak di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Kosta Rika telah diberi tahu mengenai pemutusan hubungan kerja mereka, padahal faktanya belum.
Dalam sejumlah kanal Slack yang dilihat Reuters, karyawan AWS yang menerima email tersebut mengatakan bahwa undangan rapat untuk Rabu pagi hampir langsung dibatalkan.
Baca Juga: Produksi Bijih Besi Vale ke Level Tertinggi 7 Tahun, Salip Operasi Pilbara Rio Tinto
Dalam email itu, Amazon menyebut rencana PHK tersebut dengan nama sandi “Project Dawn.”
“Perubahan seperti ini berat bagi semua pihak,” tulis Aubrey dalam email yang ditinjau Reuters.
Ia menambahkan bahwa keputusan tersebut diambil dengan penuh pertimbangan untuk memposisikan organisasi dan AWS agar dapat meraih kesuksesan di masa depan.
Hingga berita ini diturunkan, Amazon belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Reuters.













