kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.060   60,00   0,33%
  • IDX 5.712   -229,00   -3,85%
  • KOMPAS100 754   -31,23   -3,98%
  • LQ45 569   -20,25   -3,44%
  • ISSI 198   -7,82   -3,80%
  • IDX30 323   -11,27   -3,38%
  • IDXHIDIV20 401   -10,77   -2,61%
  • IDX80 85   -3,45   -3,89%
  • IDXV30 110   -3,61   -3,18%
  • IDXQ30 105   -3,27   -3,03%

Korea Selatan dan China Tambah Kuota Penerbangan, Pertama dalam 7 Tahun Terakhir


Kamis, 04 Juni 2026 / 10:10 WIB
Korea Selatan dan China Tambah Kuota Penerbangan, Pertama dalam 7 Tahun Terakhir
ILUSTRASI. Setelah 7 tahun, hak penerbangan Korea-China bertambah signifikan (DOK/airport.khan.kr)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – SEOUL. Korea Selatan dan China sepakat memperluas hak penerbangan mingguan antara kedua negara untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun terakhir. Kesepakatan ini menjadi sinyal terbaru menghangatnya hubungan bilateral dua negara Asia tersebut, seiring meningkatnya mobilitas penumpang dan aktivitas perdagangan.

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan pada Kamis (4/6/2026) menyatakan bahwa kesepakatan tersebut dicapai dalam perundingan penerbangan bilateral yang berlangsung di Seoul pada 27–28 Mei 2026.

Berdasarkan hasil perundingan tersebut, hak penerbangan penumpang meningkat sebanyak 56 penerbangan per minggu menjadi 664 penerbangan dari sebelumnya 608 penerbangan. Sementara itu, hak penerbangan kargo bertambah 14 penerbangan per minggu menjadi 68 penerbangan dari sebelumnya 54 penerbangan.

Kementerian menjelaskan bahwa kesepakatan ini akan mempermudah penambahan frekuensi penerbangan pada rute-rute dengan permintaan tinggi, seperti rute Incheon–Shanghai dan Incheon–Guangzhou, yang selama ini telah memanfaatkan seluruh kuota hak penerbangan yang tersedia bagi kedua negara.

Baca Juga: DPR AS Setujui Resolusi Batasi Trump Lanjutkan Perang Iran

Selain itu, perjanjian baru tersebut juga akan memperluas konektivitas dari bandara-bandara regional Korea Selatan, termasuk Busan dan Cheongju, menuju 10 kota di China seperti Guangzhou, Chengdu, Shenzhen, Chongqing, dan Xi'an.

Trafik Penumpang Lampaui Level Sebelum Pandemi

Kementerian mencatat bahwa jumlah penumpang antara Korea Selatan dan China pada kuartal pertama 2026 mencapai sekitar 4,39 juta orang. Angka tersebut telah melampaui level sebelum pandemi Covid-19 yang tercatat sebesar 4,14 juta penumpang.

Peningkatan lalu lintas penumpang ini mencerminkan pemulihan kuat sektor perjalanan udara antara kedua negara setelah beberapa tahun terdampak pembatasan perjalanan akibat pandemi.

Kepala Kebijakan Penerbangan Kementerian Transportasi Korea Selatan, Lee So-young, mengatakan bahwa perluasan hak penerbangan tersebut merupakan perkembangan positif di tengah meningkatnya pertukaran masyarakat dan aktivitas ekonomi antara Korea Selatan dan China.

Lee menyatakan, "Kami menyambut baik bahwa kedua negara berhasil mencapai perluasan hak penerbangan secara tepat waktu melalui pembicaraan penerbangan yang aktif pada saat pertukaran antara kedua negara terus meningkat."

Baca Juga: Harga Minyak Tergelincir di Pagi Ini (4/6), Lebanon & Israel Sepakat Gencatan Senjata

Dorong Pariwisata dan Perdagangan

Menurut Lee, kesepakatan ini diharapkan memberikan manfaat bagi sektor pariwisata, perjalanan bisnis, serta perdagangan antara kedua negara.

"Kami memperkirakan kesepakatan ini akan membantu mendorong kunjungan wisatawan China ke Korea Selatan, meningkatkan kenyamanan warga kami yang bepergian ke China maupun perusahaan ekspor-impor, serta berkontribusi pada pemulihan ekonomi melalui peningkatan penetrasi maskapai Korea ke pasar China," ujar Lee.

Kementerian juga menyampaikan bahwa hak penerbangan tambahan yang baru diperoleh tersebut akan mulai dialokasikan kepada maskapai-maskapai Korea Selatan pada paruh kedua tahun 2026.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×