Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Gelombang budaya Korea Selatan tidak lagi hanya didorong oleh popularitas K-pop dan drama Korea.
Kini, tren K-beauty dan wisata perawatan kulit menjadi magnet baru yang mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi negara tersebut.
Baca Juga: Samsung Mulai Kirim Sampel Chip HBM4E untuk Pasar AI Global
Melansir Reuters Jumat (29/5/2026), Maria Zu, seorang konsultan asal Meksiko yang kini tinggal di Dubai, mengaku pertama kali mengunjungi Seoul delapan tahun lalu untuk menikmati kafe dan taman kota.
Namun dalam kunjungan terbarunya pada April lalu, sebagian besar waktunya justru dihabiskan di klinik kecantikan.
“Kami merasa aman datang ke negara ini untuk perawatan wajah,” ujar Zu.
Fenomena itu mencerminkan tren baru wisata medis Korea Selatan.
Baca Juga: Pfizer Gaet Innovent Biologics dalam Kesepakatan Obat Kanker Senilai US$ 10,5 Miliar
Jika sebelumnya operasi hidung dan operasi kelopak mata menjadi layanan paling populer, kini wisatawan asing lebih banyak mencari perawatan non-bedah seperti terapi cahaya merah, Botox, hingga ultrasound skin lifting untuk mengencangkan wajah dan garis rahang.
Direktur Global Healthcare Business Korea Health Industry Development Institute Hong Seung-wook mengatakan, pertumbuhan pasien asing kini bahkan melampaui pertumbuhan wisatawan asing secara umum.
“Sekarang kami melihat wisatawan asing membelanjakan lebih banyak uang untuk layanan medis dibandingkan untuk pariwisata biasa di Korea,” ujarnya.
Baca Juga: Ketegangan AS-Kuba Memanas, Havana Sebut Ancaman Militer Kian Besar
Kementerian Kesehatan Korea Selatan mencatat lebih dari 2 juta warga asing datang ke negara tersebut untuk mendapatkan layanan medis sepanjang tahun lalu, hampir dua kali lipat dibandingkan angka tahun sebelumnya sebesar 1,17 juta orang.
Pemerintah Korea Selatan juga berupaya mempertahankan momentum pertumbuhan tersebut dengan mempromosikan layanan anti-penuaan kepada wisatawan usia menengah.
Media sosial turut mendorong popularitas tren ini. Tagar seperti #koreaglowup ramai digunakan di Instagram dan platform lain oleh wisatawan yang membagikan pengalaman menjalani perawatan kulit di Korea Selatan.
Salah satu daya tarik utama adalah biaya yang lebih murah dibandingkan negara Barat, ditambah reputasi Korea Selatan yang dinilai lebih maju dalam teknologi dan teknik kecantikan.
Sejumlah wisatawan mengatakan biaya perawatan kulit di Korea Selatan bisa sekitar 20% lebih murah dibandingkan di negara asal mereka.
Baca Juga: Viridis Lebih Pilih Pasar AS dan Eropa untuk Rare Earth Brasil, Bukan China
Selain itu, banyak klinik menyediakan koordinator multibahasa sehingga memudahkan komunikasi pasien asing.
“Saya suka karena ada banyak jenis perawatan K-beauty yang bahkan belum tersedia di Amerika Serikat,” kata Cindy Gu, editor video media sosial asal AS yang menjalani perawatan facial lifting di klinik kecantikan Lienjang di kawasan Gangnam, Seoul.
Direktur departemen dermatologi estetika Lienjang, Se-rin Lee, mengatakan tingginya persaingan antar klinik menjadi faktor utama harga layanan tetap terjangkau.
“Ada begitu banyak klinik kecantikan di Korea Selatan sehingga persaingan membuat harga layanan menjadi lebih rendah,” katanya.
Ia menyebut kliniknya melayani rata-rata sekitar 100 pasien asing per hari dengan rata-rata pengeluaran mencapai 1,5 juta won atau sekitar US$ 1.000 per orang.
Baca Juga: WHO Mengidentifikasi Pengobatan dan Vaksin Ebola yang Akan Diuji dalam Uji Klinis
Asosiasi Dermatolog Korea mencatat sekitar 15.000 klinik di Korea Selatan menawarkan layanan perawatan kulit, sebagian besar dijalankan oleh dokter umum.
Bagi Maria Zu, ketertarikan terhadap Korea Selatan kini bukan hanya soal kecantikan.
“Korea melakukan pekerjaan yang sangat baik di banyak bidang, bukan hanya skincare,” katanya. “Sekarang impian saya adalah tinggal di sini.”













