kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Ketegangan AS-Kuba Memanas, Havana Sebut Ancaman Militer Kian Besar


Jumat, 29 Mei 2026 / 06:36 WIB
Ketegangan AS-Kuba Memanas, Havana Sebut Ancaman Militer Kian Besar
ILUSTRASI. Havana Cuba (REUTERS/Norlys Perez)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Wakil Menteri Luar Negeri Kuba Josefina Vidal menilai risiko agresi militer Amerika Serikat (AS) terhadap negaranya semakin meningkat di tengah mandeknya negosiasi antara kedua negara.

Mengutip Reuters, dalam sidang legislatif di Gedung Capitol Nasional Kuba pada Kamis (28/5), Vidal mengecam sanksi AS terhadap impor minyak Kuba dan menuduh Washington menciptakan alasan untuk menggambarkan Kuba sebagai ancaman bagi keamanan nasional AS.

“Setiap hari bahaya agresi militer terhadap Kuba semakin besar,” kata Vidal.

Di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, AS secara efektif memberlakukan blokade terhadap Kuba dengan mengancam sanksi terhadap negara-negara pemasok bahan bakar ke pulau tersebut.

Kebijakan itu memicu pemadaman listrik dan memperburuk krisis ekonomi terburuk Kuba dalam beberapa dekade terakhir.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Rabu mengatakan dirinya yakin dialog antara kedua negara, yang dimulai sekitar Maret lalu, akan menghasilkan hasil yang baik.

Namun, otoritas Kuba menegaskan mereka tidak akan menerima campur tangan dalam urusan domestik dan menilai AS tidak menunjukkan itikad baik dalam proses negosiasi.

“Saluran komunikasi antara kedua pemerintah tetap terbuka, tetapi belum banyak kemajuan. Kami punya alasan untuk meragukan keseriusan dan tanggung jawab pemerintah AS,” ujar Vidal.

Baca Juga: Wapres Vance: AS Belum Mencapai Kesepakatan dengan Iran, Tapi Sudah Dekat

Ketegangan meningkat setelah AS secara resmi mendakwa mantan Presiden Kuba Raul Castro atas empat tuduhan pembunuhan terkait insiden penembakan pesawat sipil milik kelompok pengasingan Kuba berbasis di Miami pada 1996.

Langkah tersebut dinilai sebagai eskalasi terbaru dalam kampanye tekanan pemerintahan Trump terhadap pemerintah komunis Kuba.

Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez sebelumnya memperingatkan bahwa tindakan militer apa pun terhadap Kuba akan memicu “pertumpahan darah” yang menewaskan ribuan warga Kuba maupun Amerika.

Tonton: Ketegangan Memanas, 3 Kapal Energi Tinggalkan Selat Hormuz Diam-Diam

Tabel: Perkembangan Ketegangan AS-Kuba

Isu Perkembangan
Negosiasi AS-Kuba Masih berlangsung tetapi minim kemajuan
Sikap Kuba Menolak campur tangan AS
Kebijakan AS Ancaman sanksi terhadap pemasok bahan bakar Kuba
Dampak di Kuba Pemadaman listrik dan krisis ekonomi
Tuduhan Kuba AS mencari alasan untuk membenarkan agresi




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×