kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.930   -3,48   -0,04%
  • KOMPAS100 1.230   3,80   0,31%
  • LQ45 869   4,15   0,48%
  • ISSI 323   1,00   0,31%
  • IDX30 443   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 520   4,07   0,79%
  • IDX80 137   0,50   0,36%
  • IDXV30 145   1,62   1,13%
  • IDXQ30 142   0,50   0,36%

Setelah Venezuela, Trump Sebut Operasi Militer ke Kolombia Terdengar Bagus bagi AS


Senin, 05 Januari 2026 / 09:26 WIB
Setelah Venezuela, Trump Sebut Operasi Militer ke Kolombia Terdengar Bagus bagi AS
ILUSTRASI. Donald Trump (REUTERS/Evelyn Hockstein)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan melakukan operasi militer terhadap pemerintah Kolombia.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan pada Minggu (4/1/2026), menyusul aksi AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam sebuah operasi kontroversial.

Berbicara kepada awak media di atas pesawat Air Force One, Trump menyebut opsi operasi militer terhadap Kolombia sebagai sesuatu yang “terdengar bagus” baginya.

Baca Juga: Emas Meroket Senin (5/1): Geopolitik Venezuela Dongkrak Harga Safe Haven

“Kolombia juga sangat sakit, dijalankan oleh orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat. Dan dia tidak akan melakukan itu lebih lama lagi,” ujar Trump, merujuk pada Presiden Kolombia Gustavo Petro.

Saat ditanya secara langsung apakah AS akan melakukan intervensi militer terhadap Kolombia, Trump menjawab singkat, “Kedengarannya bagus bagi saya.”

Ancaman tersebut muncul setelah Amerika Serikat melakukan penggerebekan berani di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro.

Maduro kemudian diterbangkan ke New York untuk menghadapi dakwaan terkait perdagangan narkoba.

Operasi tersebut menuai kontroversi internasional dan disebut sebagai salah satu intervensi paling berani Washington di Amerika Latin dalam beberapa dekade terakhir.

Baca Juga: Dolar Menguat Senin (5/1), Pasar Valas Abaikan Venezuela dan Fokus ke Data Ekonomi AS

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menyinggung Kuba.

Ia mengatakan intervensi militer AS di Kuba kemungkinan tidak diperlukan karena negara tersebut dinilai akan “jatuh dengan sendirinya.”

“Kuba sudah hampir tumbang,” kata Trump.

Pernyataan Trump ini berpotensi memperburuk ketegangan geopolitik di kawasan Amerika Latin, terutama setelah eskalasi besar yang dipicu oleh penangkapan pemimpin Venezuela.

Selanjutnya: ESG Mandiri Investasi (MMI): Menimbang Reksadana ESG yang Tak Melulu Soal Cuan

Menarik Dibaca: IHSG Melanjutkan Penguatan, Naik 0,13% Pada Senin (5/1)




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×