Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana menggunakan kewenangan pertahanan nasional yang berasal dari era Perang Dingin untuk menggelontorkan dana hampir US$700 juta guna mendukung fasilitas batubara di Amerika Serikat.
Menurut seorang pejabat Gedung Putih, Trump dapat mengumumkan langkah tersebut paling cepat pada Kamis (4/6/2026). Ia disebut akan mengaktifkan Defense Production Act (DPA), undang-undang tahun 1950 yang memberikan kewenangan luas kepada presiden untuk mengarahkan industri yang dianggap penting bagi keamanan nasional.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah AS berencana meningkatkan kapasitas lebih dari selusin pembangkit listrik tenaga batubara, membangun terminal ekspor batubara berskala besar di Pantai Barat Amerika Serikat, serta menyediakan pendanaan pendamping (matching fund) bagi perusahaan yang membangun pembangkit listrik baru.
Baca Juga: Korea Selatan dan China Tambah Kuota Penerbangan, Pertama dalam 7 Tahun Terakhir
Pejabat tersebut berbicara dengan syarat identitasnya dirahasiakan karena pengumuman resmi dari Presiden Trump belum disampaikan. Ia juga mengingatkan bahwa rincian kebijakan masih dapat berubah sebelum diumumkan secara resmi.
Batubara Dinilai Penting untuk Kebutuhan AI dan Keamanan Energi
Pemerintahan Trump memandang isu energi sebagai persoalan strategis yang sangat penting. Pemerintah AS tengah berupaya memenuhi kebutuhan listrik domestik yang terus meningkat, terutama untuk mendukung operasional pusat data kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang membutuhkan pasokan energi besar.
Selain itu, kebijakan tersebut juga sejalan dengan upaya Washington untuk mengurangi ketergantungan terhadap negara-negara pesaing yang memiliki cadangan bahan bakar fosil dalam jumlah besar.
Meski demikian, penggunaan batubara di Amerika Serikat telah mengalami penurunan signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Berdasarkan data U.S. Energy Information Administration (EIA), batubara yang sebelumnya menyumbang lebih dari separuh produksi listrik nasional kini menyusut menjadi kurang dari seperlima total pembangkitan listrik dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: DPR AS Setujui Resolusi Batasi Trump Lanjutkan Perang Iran
Perusahaan pembangkit listrik di AS secara bertahap beralih ke gas alam yang lebih murah dan sumber energi terbarukan. Pergeseran tersebut didorong oleh kekhawatiran terhadap dampak bahan bakar fosil terhadap perubahan iklim serta meningkatnya ketergantungan pada rantai pasok global yang dinilai rentan.
Alokasi Dana US$700 Juta
Dari total dana hampir US$700 juta yang disiapkan pemerintah AS, lebih dari setengahnya akan digunakan untuk meningkatkan fasilitas di 13 pembangkit listrik tenaga batubara.
Sebesar US$185 juta akan dialokasikan sebagai dana pendamping bagi investasi perusahaan pada fasilitas batubara di Alaska, Maryland, dan West Virginia.
Sementara itu, US$75 juta akan digunakan untuk mendukung pembangunan West Gateway Export Terminal, proyek terminal ekspor batubara yang telah lama direncanakan di California Utara.
Sebelumnya, rencana dukungan pemerintah AS terhadap industri batubara ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg.













