kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Industri Otomotif AS Desak Trump Blokir Mobil China dari Pasar Amerika


Senin, 11 Mei 2026 / 12:43 WIB
Industri Otomotif AS Desak Trump Blokir Mobil China dari Pasar Amerika
ILUSTRASI. Industri otomotif AS mendesak larangan mobil China masuk pasar mereka. Alasannya bukan hanya harga, tapi juga keamanan data dan dukungan negara yang masif. (Hu Xiaofei/VCG via Reuters)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – WASHINGTON. Menjelang pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping pekan ini, industri otomotif Amerika Serikat meningkatkan tekanan agar pemerintah tidak membuka akses bagi mobil buatan China ke pasar otomotif AS.

Pelaku industri otomotif, pemasok komponen, produsen baja, serikat pekerja, hingga anggota parlemen dari Partai Demokrat dan Republik kompak menyampaikan pesan serupa kepada Trump: jangan memberikan celah bagi produsen mobil China untuk masuk ke pasar kendaraan Amerika Serikat.

Sebelumnya pada Januari lalu, Trump sempat menyatakan bahwa dirinya terbuka jika produsen otomotif China membangun pabrik di AS dan mempekerjakan tenaga kerja lokal.

“Akan sangat bagus jika produsen mobil China ingin membangun pabrik di Amerika Serikat dan mempekerjakan warga Amerika,” kata Trump saat berbicara di Detroit Economic Club.

Pernyataan tersebut langsung memicu kekhawatiran besar di industri otomotif AS. Selama bertahun-tahun, industri otomotif Amerika aktif melobi pemerintah agar membatasi masuknya kendaraan China melalui tarif tinggi kendaraan listrik (EV) serta regulasi ketat terkait keamanan data.

Industri otomotif AS menilai produsen mobil China memiliki dukungan negara yang sangat besar, kapasitas produksi masif, teknologi kendaraan listrik yang kompetitif, serta harga jual yang jauh lebih murah dibanding produsen lain.

Baca Juga: Dua Lipa Gugat Samsung US$15 Juta atas Dugaan Penggunaan Foto Tanpa Izin

Mereka khawatir masuknya mobil China akan menghancurkan produsen domestik maupun asing yang beroperasi di AS dan melemahkan basis manufaktur Amerika.

Senator Demokrat dari Michigan, Elissa Slotkin, secara terbuka meminta Trump agar tidak membuat kesepakatan dengan Xi Jinping yang memungkinkan kendaraan merek China masuk ke dealer-dealer di AS.

“Tolong jangan membuat kesepakatan yang buruk,” ujar Slotkin.

Slotkin bersama Senator Republik dari Ohio, Bernie Moreno, juga mendorong pengesahan Connected Vehicle Security Act, rancangan undang-undang bipartisan yang bertujuan melarang kendaraan China beroperasi di AS karena kekhawatiran pengumpulan data pengguna.

RUU tersebut akan memperkuat aturan era Presiden Joe Biden yang secara efektif membatasi kendaraan China melalui regulasi keamanan data kendaraan terkoneksi.

Anggota DPR AS dari Michigan, Debbie Dingell dan John Moolenaar, menilai kendaraan modern saat ini merupakan perangkat pengumpul data bergerak yang dapat merekam lokasi, pergerakan, hingga infrastruktur secara real-time.

Menurut mereka, komponen maupun kendaraan asal China tidak boleh menjadi bagian dari sistem tersebut karena berpotensi mengancam keamanan nasional.

Dukungan terhadap larangan mobil China juga datang dari berbagai asosiasi industri otomotif AS. Pada Maret lalu, kelompok yang mewakili produsen mobil Amerika dan merek asing, dealer kendaraan, hingga produsen suku cadang menyatakan dominasi China di industri otomotif global menjadi ancaman langsung terhadap daya saing dan keamanan nasional AS.

Kelompok industri baja AS turut menyampaikan kekhawatiran serupa. Bahkan Information Technology and Innovation Foundation (ITIF), yang sebelumnya mengkritik tarif impor Trump terhadap produk China, kini mendukung larangan kendaraan China.

Baca Juga: Harga Minyak Melonjak US$ 4 Setelah Trump Tolak Respons Iran atas Proposal Damai AS

Wakil Presiden ITIF, Stephen Ezell, mengatakan produsen mobil China bukan pesaing pasar biasa karena mendapat dukungan besar dari pemerintah selama puluhan tahun untuk menguasai industri teknologi maju dunia.

Sementara itu, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menegaskan tidak ada rencana mengubah aturan kendaraan terkoneksi dan isu otomotif tidak masuk agenda utama pertemuan Beijing.

Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick juga menegaskan investasi China di sektor otomotif AS tidak akan dibuka.

Meski demikian, kekhawatiran tetap muncul bahwa Trump dapat mengambil keputusan sendiri terkait investasi manufaktur otomotif China di AS.

Industri otomotif AS juga khawatir pengalaman di Eropa dan Meksiko akan terulang. Produsen mobil China terus memperbesar pangsa pasar di kedua kawasan tersebut berkat harga kendaraan listrik yang jauh lebih murah.

Di Eropa, pangsa pasar mobil merek China naik dua kali lipat menjadi 6% tahun lalu. Sementara di Norwegia mencapai 14%, Italia 9%, Inggris 11%, dan Spanyol 9%.

Di Meksiko, sebanyak 34 merek otomotif China kini dipasarkan dan menguasai sekitar 15% pasar kendaraan negara tersebut.

Baca Juga: Thaksin Shinawatra Bebas Bersyarat, Disambut Pendukung di Thailand

Harga kendaraan listrik China yang jauh lebih murah menjadi ancaman besar bagi produsen global. Sebagai contoh, mobil listrik EX2 produksi Geely dijual sekitar US$ 22.700 di Meksiko, jauh di bawah harga termurah Tesla Model 3 di AS yang mencapai US$ 38.630.

Bahkan Toyota mengakui kesulitan menghadapi agresivitas harga kendaraan China di pasar Meksiko.

“Jelas ada tingkat dukungan pemerintah tertentu, jika tidak mereka tidak mungkin bisa menjual dengan harga seperti itu,” kata David Christ dari Toyota Motor North America.

Ia menambahkan, tekanan harga dari produsen China memberikan dampak besar terhadap bisnis otomotif global.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×