Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia melemah pada perdagangan Jumat (5/6/2026) dan berada di jalur penurunan mingguan terbesar dalam lebih dari satu bulan.
Pelemahan dipimpin oleh saham-saham sektor pertambangan dan energi di tengah memudarnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga: Jepang Kembali Ancam Intervensi Saat Yen Bertahan di Level Kritis 160 per Dolar
Melansir Reuters, Indeks acuan S&P/ASX 200 turun 0,4% menjadi 8.645,20 pada awal perdagangan. Sepanjang pekan ini, indeks telah terkoreksi lebih dari 1%, menjadikannya berpotensi mencatat kinerja mingguan terburuk sejak akhir April.
Sentimen pasar memburuk setelah kelompok Hezbollah yang didukung Iran menolak proposal gencatan senjata baru di Lebanon pada Kamis.
Perkembangan tersebut mengurangi optimisme terhadap upaya Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan konflik di Lebanon sekaligus mendorong tercapainya kesepakatan yang lebih luas dengan Iran.
Di pasar Sydney, saham-saham berbasis komoditas menjadi penekan utama indeks.
Baca Juga: Bursa Asia Rontok Jumat (5/6), Reli AI Kehabisan Tenaga dan Konflik Timur Tengah
Sektor pertambangan turun 2,4%, dipicu melemahnya harga bijih besi. Subindeks tambang tersebut juga berada di jalur penurunan mingguan terdalam dalam lebih dari satu bulan.
Saham-saham emiten emas turut terkoreksi 1,9%, meskipun harga emas dunia sempat menguat pada perdagangan sebelumnya. Saham Evolution Mining turun sekitar 2%.
Dari sisi korporasi, Lynas Rare Earths mengumumkan penunjukan veteran perusahaan, Pol Le Roux, sebagai CEO interim mulai 30 Juni mendatang. Saham perusahaan tersebut turun hampir 1% setelah pengumuman tersebut.
Sektor keuangan juga melemah 0,5%, dengan empat bank terbesar Australia masing-masing kehilangan sekitar 1%.
Sementara itu, sektor energi turun 1,1% setelah sebelumnya menguat selama empat sesi berturut-turut. Koreksi terjadi seiring turunnya harga minyak dunia sekitar 3% pada perdagangan sebelumnya.
Baca Juga: Bank Sentral China (PBOC) Akhiri Jeda 2 Hari, Gelontorkan 215 Miliar Yuan ke Pasar
Sektor Teknologi Jadi Penyelamat
Di tengah pelemahan mayoritas sektor, saham teknologi menjadi pengecualian dengan mencatat kenaikan 1,6%. Sektor ini bahkan berada di jalur penguatan mingguan terbaik dalam hampir dua bulan terakhir.
Salah satu penggerak utama adalah saham Megaport yang melonjak hingga 27,4% dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari empat tahun setelah perdagangan sahamnya kembali dibuka.
Pada Rabu, Megaport mengumumkan keberhasilan memperoleh empat kontrak baru infrastruktur kecerdasan buatan (AI) senilai A$458,9 juta.
Baca Juga: Yen Sentuh Level Kritis 160 per Dolar Jumat (5/6), Pasar Waspadai Intervensi Jepang
Perusahaan juga berencana menghimpun dana sebesar A$827,3 juta untuk membangun layanan inference cloud guna memenuhi lonjakan permintaan fasilitas berbasis AI.
Sementara itu, pasar saham Selandia Baru bergerak berlawanan arah. Indeks acuan S&P/NZX 50 naik 0,3% menjadi 13.137,76.
Pelaku pasar global kini tetap mencermati perkembangan konflik Timur Tengah, arah harga komoditas, serta sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat yang dapat memengaruhi sentimen investasi dalam jangka pendek.













