Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Bursa saham Australia dibuka melemah pada perdagangan Jumat (10/4/2026), dengan saham sektor tambang memimpin penurunan di tengah sikap hati-hati investor.
Melansir Reuters, Indeks acuan S&P/ASX 200 turun 0,5% ke level 8.929,10. Meski demikian, indeks ini masih berada di jalur penguatan mingguan terbaik sejak awal Oktober 2022, setelah mencatat kenaikan 2,8% dalam dua sesi sebelumnya.
Baca Juga: Jepang Akan Lepas Cadangan Minyak Tambahan 20 Hari Mulai Mei
Sentimen pasar tertahan oleh berlanjutnya blokade di Selat Hormuz serta ketidakpastian hasil pembicaraan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan.
Harapan terhadap perundingan sempat meningkat setelah Israel membuka peluang dialog langsung dengan Lebanon, menyusul serangan besar yang sebelumnya mengancam proses negosiasi.
Namun, selera risiko investor tetap terbatas karena jalur pengiriman minyak global belum sepenuhnya pulih.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Menuju Kenaikan Mingguan Ketiga pada Jumat (10/4/2026)
Di pasar Sydney, saham sektor tambang turun 0,7% setelah harga bijih besi menyentuh level terendah dalam satu bulan, dipicu kekhawatiran peningkatan pasokan dan melemahnya permintaan dari China.
Sejumlah saham tambang besar terkoreksi, seperti BHP yang turun 1,2% dan Rio Tinto yang melemah 0,2%.
Sementara itu, Fortescue turun 1,6% meskipun mengumumkan percepatan program penghapusan penggunaan diesel di salah satu tambangnya.
Saham sektor energi juga melemah 0,9% seiring harga minyak yang mengurangi sebagian kenaikan sebelumnya.
Bahkan, sektor ini mencatat potensi penurunan mingguan lebih dari 8%, yang bisa menjadi kinerja terburuk sejak pertengahan Desember setelah delapan pekan berturut-turut mencatat penguatan.
Baca Juga: Bursa Asia Menguat Tipis Jumat (10/4), Krisis Israel-Lebanon Uji Gencatan Senjata
Saham batu bara turut tertekan, dengan Yancoal turun 3,6% dan Whitehaven Coal melemah 4,5%.
Sementara itu, saham emas turun 1,3% meskipun harga emas global sempat menguat pada perdagangan sebelumnya.
Di sisi lain, saham Telix Pharmaceuticals menjadi top gainer dengan kenaikan 4,6% setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan AS menerima kembali pengajuan produk agen pencitraan kanker miliknya.
Adapun Magellan Financial naik 0,9% setelah mayoritas pemegang saham menyetujui rencana penerbitan saham terkait akuisisi bank investasi Barrenjoey.
Di kawasan regional, indeks acuan Selandia Baru S&P/NZX 50 turun 0,6% ke level 13.195,14, mencerminkan kehati-hatian investor di tengah ketidakpastian global.













