kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.689.000   -24.000   -0,88%
  • USD/IDR 18.012   53,00   0,30%
  • IDX 5.886   -16,34   -0,28%
  • KOMPAS100 775   -7,40   -0,95%
  • LQ45 587   -2,64   -0,45%
  • ISSI 201   -0,63   -0,31%
  • IDX30 334   -0,77   -0,23%
  • IDXHIDIV20 414   0,55   0,13%
  • IDX80 88   -0,64   -0,72%
  • IDXV30 110   -0,60   -0,54%
  • IDXQ30 108   0,47   0,44%

Piala Dunia Jadi Ajang Duel Nike vs Adidas, Siapa Lebih Unggul?


Kamis, 11 Juni 2026 / 21:30 WIB
Piala Dunia Jadi Ajang Duel Nike vs Adidas, Siapa Lebih Unggul?
ILUSTRASI. Kampung Piala Dunia di Jayapura (ANTARA FOTO/Gusti Tanati)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Piala Dunia tahun ini bukan hanya menjadi ajang persaingan antarnegara di lapangan hijau, tetapi juga pertarungan sengit dua raksasa perlengkapan olahraga dunia Nike dan Adidas. Bagi Nike, turnamen ini memiliki arti yang jauh lebih penting karena menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa upaya pemulihan bisnis yang dijalankan perusahaan mulai membuahkan hasil.

Dua tahun setelah CEO baru, Elliott Hill, memimpin program transformasi perusahaan, Nike masih menghadapi tantangan besar. Pangsa pasarnya terus tergerus, penjualan diperkirakan turun 2% hingga 4% pada kuartal berjalan, sementara harga saham perusahaan telah merosot lebih dari 30% sepanjang tahun ini.

Menjelang bergulirnya Piala Dunia, Nike mengerahkan berbagai strategi untuk mengembalikan daya tarik mereknya. Di toko sepak bola terkenal Pelé Soccer di kawasan Times Square, New York, pengunjung disambut deretan manekin yang mengenakan seragam tim nasional Amerika Serikat, Brasil, dan Prancis.

Baca Juga: Mata Uang Tertekan, Bank Sentral Asia Kompak Perketat Pengawasan Spekulasi Valas

Nike juga meluncurkan kampanye global bertajuk "Rip the Script", yang menampilkan sejumlah ikon sepak bola dan selebritas dunia, termasuk Kylian Mbappé dan Kim Kardashian.

Di sektor ritel, Nike mulai memperbaiki hubungan dengan para distributor besar yang sempat renggang akibat strategi penjualan langsung ke konsumen pada era mantan CEO John Donahoe. Kini produk-produk Nike kembali mendapat ruang pajang strategis di berbagai jaringan toko olahraga.

Menurut Wakil Presiden Global Football Nike, Camilo Andrade, pemulihan hubungan dengan mitra ritel menjadi prioritas utama perusahaan.

Selain meluncurkan dua model terbaru sepatu sepak bola Mercurial, Nike juga menjadi pemasok perlengkapan bagi 12 tim nasional dan memperbarui koleksi produk sepak bola di lebih dari 5.000 toko Nike dan mitra ritel di seluruh dunia.

Meski demikian, jalan Nike tidak mudah. Rival utamanya, Adidas tetap memiliki posisi kuat dalam dunia sepak bola.

Sebagai sponsor resmi Piala Dunia, Adidas membekali 14 tim nasional dan menjadi pemasok bola resmi pertandingan. Kehadiran bola resmi tersebut memberi keuntungan besar karena menjadi elemen visual utama di banyak toko olahraga selama turnamen berlangsung.

Menurut peritel olahraga Inggris, JD Sports jersey tim nasional Meksiko dan Argentina yang diproduksi Adidas sejauh ini menjadi produk tim nasional dengan penjualan terbaik.

Bagi sebagian penggemar, kekuatan merek Adidas masih sangat melekat pada sepak bola. Louis Carrillo, seorang penggemar asal Meksiko yang berbelanja di Pelé Soccer, mengaku memilih jersey tim negaranya karena desain khas tiga garis Adidas yang ikonik.

Baca Juga: Iran–AS Makin Dekat ke Kesepakatan Awal, Ini Isi Negosiasinya

Ia juga mengaku pernah menggunakan sepatu Mercurial Nike saat muda, namun kini merasa desain produk Nike tidak lagi memberikan daya tarik yang sama.

Meski turnamen sepak bola terbesar dunia ini berpotensi meningkatkan eksposur merek, para analis menilai dampaknya terhadap bisnis Nike kemungkinan terbatas.

Analis RBC Capital Markets bahkan menurunkan rekomendasi saham Nike sehari sebelum pertandingan pertama Piala Dunia dimulai. Mereka menilai proses pemulihan perusahaan berjalan lebih lambat dari perkiraan dan dorongan dari Piala Dunia belum cukup untuk mengimbangi tantangan bisnis yang masih dihadapi.

Pandangan serupa disampaikan analis Morningstar, yang menilai masalah struktural Nike tidak akan hilang hanya karena adanya turnamen besar. Namun, Piala Dunia tetap menjadi kesempatan penting untuk mengembalikan merek tersebut ke perhatian konsumen global.

Sejauh ini, sejumlah analis ritel mencatat bahwa produk Adidas masih tampak lebih dominan di jaringan toko olahraga besar seperti Dick's Sporting Goods dan Foot Locker. 

Dengan jutaan pasang mata tertuju pada Piala Dunia, persaingan Nike dan Adidas kini tidak hanya ditentukan oleh strategi pemasaran dan penjualan, tetapi juga oleh hasil pertandingan di lapangan. Semakin jauh tim-tim yang mereka sponsori melangkah, semakin besar pula peluang memenangkan hati konsumen di seluruh dunia.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×