kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 17.123   29,00   0,17%
  • IDX 7.450   142,51   1,95%
  • KOMPAS100 1.029   19,19   1,90%
  • LQ45 745   10,99   1,50%
  • ISSI 269   4,61   1,74%
  • IDX30 399   5,75   1,46%
  • IDXHIDIV20 488   7,41   1,54%
  • IDX80 115   1,81   1,60%
  • IDXV30 135   1,70   1,27%
  • IDXQ30 129   1,76   1,39%

Harga Emas Dunia Menuju Kenaikan Mingguan Ketiga pada Jumat (10/4/2026)


Jumat, 10 April 2026 / 08:55 WIB
Harga Emas Dunia Menuju Kenaikan Mingguan Ketiga pada Jumat (10/4/2026)
ILUSTRASI. Harga Emas (REUTERS/Hiba Kola)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas melemah tipis pada perdagangan Jumat (10/4/2026) seiring penguatan dolar AS, namun tetap berada di jalur kenaikan mingguan ketiga berturut-turut.

Melansir Reuters, harga emas spot turun 0,2% ke level US$4.755,84 per ons troi pada awal perdagangan. Meski demikian, secara mingguan logam mulia ini masih mencatat kenaikan sekitar 1,8%.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni turun 0,8% ke US$4.779,20 per ons troi.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat Tipis Jumat (10/4), Krisis Israel-Lebanon Uji Gencatan Senjata

Pergerakan emas dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter. Optimisme terhadap gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran membantu meredakan kekhawatiran inflasi, sehingga pasar mulai menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan gencatan senjata dalam konflik yang telah berlangsung enam pekan.

Kondisi ini mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan energi global dan memberi ruang bagi stabilisasi inflasi.

Namun demikian, risiko geopolitik masih membayangi pasar. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan tengah mengupayakan dialog langsung dengan Lebanon, sehari setelah serangan besar yang menewaskan lebih dari 300 orang dan sempat mengancam kelangsungan gencatan senjata.

Baca Juga: Dolar AS Tertekan Jumat (10/4) Pagi Jelang Perundingan Damai AS-Iran

Di sisi lain, penguatan dolar AS turut menekan harga emas dalam jangka pendek karena membuat logam mulia tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

Harga minyak Brent crude tercatat turun lebih dari 11% sepanjang pekan ini. Penurunan ini dipicu harapan bahwa gencatan senjata akan membuka kembali jalur Selat Hormuz yang selama ini mengangkut sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.

Dari sisi data, inflasi berbasis Personal Consumption Expenditures (PCE), indikator favorit The Fed tercatat naik 2,8% secara tahunan hingga Februari, sesuai ekspektasi pasar.

Investor kini menanti rilis data inflasi konsumen (CPI) AS untuk Maret yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Berdasarkan FedWatch Tool dari CME, pasar kini memperkirakan peluang sekitar 31% untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Desember, meningkat dari 21% pada sesi sebelumnya.

Baca Juga: Fasilitas Energi Arab Saudi Terdampak Serangan, Produksi Turun Signifikan

Sementara itu, kepemilikan emas oleh SPDR Gold Trust—ETF berbasis emas terbesar di dunia—turun 0,14% menjadi 1.057,96 ton pada Rabu.

Untuk logam lainnya, harga perak naik tipis 0,1% ke US$75,11 per ons troi, sementara platinum turun 1,2% ke US$2.077,67 dan paladium melemah 1,1% ke US$1.540,03.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×