kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 17.123   29,00   0,17%
  • IDX 7.443   135,73   1,86%
  • KOMPAS100 1.027   17,23   1,71%
  • LQ45 743   8,71   1,19%
  • ISSI 269   4,81   1,82%
  • IDX30 397   4,49   1,14%
  • IDXHIDIV20 486   5,88   1,22%
  • IDX80 115   1,58   1,39%
  • IDXV30 135   1,75   1,31%
  • IDXQ30 128   1,34   1,05%

Dolar AS Tertekan Jumat (10/4) Pagi Jelang Perundingan Damai AS-Iran


Jumat, 10 April 2026 / 08:39 WIB
Dolar AS Tertekan Jumat (10/4) Pagi Jelang Perundingan Damai AS-Iran
ILUSTRASI. Dolar AS (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) melemah dan berada di jalur penurunan mingguan terbesar sejak Januari pada Jumat (10/4/2026), seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap keberlanjutan gencatan senjata di kawasan Teluk.

Pelaku pasar kini menanti hasil pembicaraan akhir pekan antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung di Islamabad.

Baca Juga: Fasilitas Energi Arab Saudi Terdampak Serangan, Produksi Turun Signifikan

Sebelumnya, dolar sempat menguat signifikan sepanjang Maret sebagai aset safe haven di tengah konflik antara AS dan Israel melawan Iran yang mendorong lonjakan harga minyak, menekan pasar saham, serta memicu kekhawatiran inflasi.

Namun, sejak tercapainya gencatan senjata yang masih rapuh pada awal pekan ini, posisi tersebut mulai berbalik.

Melansir Reuters, Indeks dolar AS tercatat turun sekitar 1,3% sepanjang pekan berjalan.

Mata uang euro menguat menembus rata-rata pergerakan 200 hari dan diperdagangkan di kisaran US$1,1690, membuka peluang kenaikan lanjutan.

Baca Juga: Harga Minyak Naik Jumat (10/4) Pagi, Usai Serangan ke Fasilitas Energi Arab Saudi

Sementara itu, dolar Australia dan dolar Selandia Baru yang sensitif terhadap risiko menguat hampir 3% terhadap dolar AS, dengan masing-masing berada di atas US$0,70 dan US$0,5847.

Pound sterling juga melonjak sekitar 1,8% sepanjang pekan ini ke level US$1,3424, juga menembus level teknikal penting.

Adapun yen Jepang masih berada di dekat posisi terendahnya, di kisaran 159,2 per dolar, di tengah tekanan dari suku bunga rendah dan ketergantungan Jepang terhadap impor energi.

Strategis senior BNZ Jason Wong menyebut, perubahan sentimen pasar menjadi faktor utama pelemahan dolar.

“Investor sebelumnya membeli dolar saat konflik berada di puncak, namun kini mulai melepasnya seiring meredanya risiko ekstrem,” ujarnya.

Baca Juga: Melania Trump Bantah Keterkaitan dengan Epstein, Minta Akhiri “Kebohongan”

Meski demikian, Wong mengingatkan arah pasar masih sangat bergantung pada hasil perundingan damai. Jika pembicaraan tidak menghasilkan kemajuan, sentimen dapat berbalik dengan cepat.

Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz juga masih terbatas. Dalam 24 jam pertama setelah gencatan senjata, hanya satu kapal tanker produk minyak dan lima kapal kargo curah yang melintas, jauh di bawah rata-rata normal sekitar 140 kapal per hari yang mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Delegasi Iran telah tiba di Islamabad pada Kamis, sementara delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan hadir pada Jumat untuk melanjutkan negosiasi.

Di kawasan Asia, bank sentral Korea Selatan mempertahankan suku bunga acuannya, membuat won berada di kisaran 1.478 per dolar setelah sempat melemah melewati 1.500.

Sementara itu, yuan China menguat ke level terkuat sejak 2023 di kisaran 6,83 per dolar di pasar offshore.

Baca Juga: Apple Tutup Toko Serikat Pekerja Pertamanya di AS, Picu Kontroversi

Ekonom ING Lynn Song menyebut, yuan menjadi salah satu “pemenang tak terduga” di tengah konflik Iran.

Menurutnya, sebagian pelaku pasar mulai mengevaluasi ulang premi risiko China di tengah ketidakpastian global, yang justru membuat China terlihat lebih stabil dibandingkan kawasan lain.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×