Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Apple memutuskan untuk menutup toko ritelnya di Towson, Maryland, yang menjadi lokasi pertama di Amerika Serikat (AS) dengan karyawan yang berhasil membentuk serikat pekerja.
Perusahaan pembuat iPhone itu pada Kamis (9/4) menyebut keputusan tersebut sebagai langkah yang “sulit”.
Apple menilai penutupan dipicu oleh sejumlah faktor, termasuk hengkangnya beberapa peritel dari pusat perbelanjaan Towson Town Center serta memburuknya kondisi mal tersebut.
Baca Juga: Tol Selat Hormuz Rp 34 Miliar: Iran Ancam Minta Bayaran Kripto
Apple memastikan karyawan di toko Towson tetap memiliki kesempatan untuk melamar posisi lain yang tersedia di dalam perusahaan.
Sebagai informasi, pada 2022 lebih dari 100 karyawan Apple di Towson memilih bergabung dengan International Association of Machinists and Aerospace Workers (IAM).
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam gelombang serikat pekerja di perusahaan-perusahaan besar AS, termasuk Amazon dan Starbucks.
Pada periode yang sama, upaya serikat pekerja serupa di Atlanta dibatalkan, dengan sejumlah karyawan Apple menuding adanya intimidasi.
Menanggapi penutupan toko tersebut, IAM menyatakan “marah” dan tengah mempertimbangkan berbagai langkah hukum. Serikat pekerja itu menilai alasan Apple tidak berdasar.
Baca Juga: Fitch Pangkas Peringkat FS KKR Capital ke Kategori Sampah, Ini Penyebabnya
“IAM menegaskan klaim Apple bahwa perjanjian kerja bersama menghambat relokasi adalah tidak benar, dan memunculkan kekhawatiran serius bahwa penutupan ini merupakan upaya terselubung untuk melemahkan serikat pekerja,” ujar pernyataan IAM.
Selain toko di Towson, Apple juga berencana menutup gerai di Trumbull Mall, Connecticut, serta North County Mall, California.
Namun, karyawan di lokasi tersebut akan tetap melanjutkan pekerjaan mereka di toko ritel Apple terdekat.













