Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengklaim negaranya telah meraih kemenangan militer yang menentukan atas Iran.
Ia juga menyebut program rudal Teheran kini secara fungsional telah “dihancurkan”.
Baca Juga: Iran Pertimbangkan Pembukaan Terbatas Selat Hormuz Jelang Pembicaraan dengan AS
Pernyataan tersebut disampaikan Hegseth bersama Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Dan Caine, kepada wartawan pada Rabu (8/4/2026) dilansir dari Reuters.
Pernyataan ini muncul sehari setelah Presiden Donald Trump membatalkan rencana serangan besar-besaran terhadap Iran, hanya dua jam sebelum tenggat waktu yang ia tetapkan bagi Teheran untuk membuka blokade di Selat Hormuz.
Caine menyatakan bahwa tujuan militer AS di Iran telah tercapai. Namun, ia menegaskan bahwa gencatan senjata yang berlaku saat ini hanyalah jeda sementara dan pasukan tetap dalam kondisi siaga untuk melanjutkan operasi militer jika diperlukan.
Sementara itu, Hegseth mengatakan militer AS masih berada di kawasan Timur Tengah guna memastikan Iran mematuhi kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan.
Baca Juga: Tumpukan Tanker di Teluk, Pelaku Pelayaran Tunggu Kepastian Dibukanya Selat Hormuz
Selain itu, AS juga memantau secara ketat stok uranium yang telah diperkaya oleh Iran.
“Untuk uranium, kami mengawasinya. Kami tahu apa yang mereka miliki, dan mereka akan menyerahkannya. Jika perlu, kami akan mengambilnya,” ujar Hegseth.
Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun tensi militer mereda sementara, ketegangan antara AS dan Iran masih jauh dari benar-benar berakhir, terutama terkait isu nuklir dan keamanan kawasan.













