kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.023.000   -45.000   -1,47%
  • USD/IDR 16.823   -17,00   -0,10%
  • IDX 8.322   41,40   0,50%
  • KOMPAS100 1.169   5,71   0,49%
  • LQ45 843   5,44   0,65%
  • ISSI 297   2,30   0,78%
  • IDX30 446   4,50   1,02%
  • IDXHIDIV20 535   5,84   1,10%
  • IDX80 130   0,54   0,41%
  • IDXV30 146   2,84   1,99%
  • IDXQ30 144   1,31   0,92%

Trump Singgung Opsi Serangan ke Iran: Seberapa Dekat Teheran ke Senjata Nuklir?


Kamis, 26 Februari 2026 / 04:44 WIB
Trump Singgung Opsi Serangan ke Iran: Seberapa Dekat Teheran ke Senjata Nuklir?
ILUSTRASI. Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pidato kenegaraannya di Kongres menyinggung kemungkinan serangan terhadap Iran. (REUTERS/Kevin Lamarque)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam pidato kenegaraannya di Kongres menyinggung kemungkinan serangan terhadap Iran. Ia menegaskan tidak akan membiarkan negara yang ia sebut sebagai “sponsor terorisme terbesar di dunia” memiliki senjata nuklir.

Trump menyebut dukungan Teheran terhadap kelompok militan, penindasan terhadap demonstran, serta program rudal dan nuklir Iran sebagai ancaman bagi kawasan dan kepentingan Amerika Serikat.

Mengutip Reuters, berikut rangkuman pernyataan Trump dan fakta yang diketahui sejauh ini:

Apa yang dikatakan Trump soal program rudal Iran?

Trump menyebut Iran telah mengembangkan rudal yang mampu mengancam Eropa dan pangkalan militer AS di luar negeri. Ia juga mengklaim Teheran tengah mengembangkan rudal yang “segera” dapat menjangkau wilayah Amerika Serikat.

Ia mengatakan serangan udara AS pada Juni lalu, yang dinamai Operasi “Midnight Hammer”, telah “menghancurkan” program senjata nuklir Iran. Namun menurutnya, Iran kini kembali memulai program tersebut dan sedang mengejar ambisi berbahaya.

Trump tidak menyertakan bukti rinci untuk mendukung klaim tersebut.

Baca Juga: DeepSeek: Mengapa Raksasa AI China Abaikan Chip Amerika?

Bagaimana penilaian resmi AS dan Iran soal kemampuan rudal?

Badan Intelijen Pertahanan AS (DIA) sebelumnya menyatakan Iran memiliki kendaraan peluncur satelit yang secara teoritis dapat dikembangkan menjadi rudal balistik antarbenua (ICBM) yang layak secara militer sekitar tahun 2035, jika Teheran memutuskan untuk mengejar kemampuan tersebut.

Media pemerintah Iran mengklaim negara itu sedang mengembangkan rudal yang mampu menjangkau Amerika Serikat.

Jeffrey Lewis dari Middlebury Institute of International Studies menilai estimasi DIA tergolong konservatif. Sejak 2013, Iran diketahui mengembangkan mesin roket bersama Korea Utara, yang telah digunakan Pyongyang dalam beberapa iterasi ICBM yang mampu mencapai wilayah AS.

Baca Juga: EIA: Persediaan Minyak Mentah AS Naik Pada Pekan Lalu, Stok Bensin Turun

Bagaimana status program nuklir Iran?

Tiga fasilitas pengayaan uranium Iran yang diketahui, yakni Natanz, Fordow, dan Isfahan, terkena serangan udara AS pada Juni lalu. Uranium yang diperkaya dapat digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik atau, jika mencapai tingkat kemurnian tinggi, untuk bom nuklir.

Meski Trump menyebut fasilitas itu “hancur total”, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengatakan Iran secara teknis dapat kembali memperkaya uranium dalam skala terbatas dalam hitungan bulan.

IAEA menyatakan telah memeriksa 13 fasilitas nuklir Iran yang tidak dibom. Namun, badan tersebut belum dapat mengakses tiga lokasi utama yang menjadi target serangan.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×