kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Mengejutkan! Iran Bersedia Kompromi soal Kesepakatan Nuklir Jika Sanksi Dicabut


Minggu, 15 Februari 2026 / 15:25 WIB
Diperbarui Minggu, 15 Februari 2026 / 15:27 WIB
Mengejutkan! Iran Bersedia Kompromi soal Kesepakatan Nuklir Jika Sanksi Dicabut
ILUSTRASI. Iran - Amerika Serikat (AS) (via REUTERS/Majid Asgaripour)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - TEHERAN. Iran siap mempertimbangkan kompromi untuk mencapai kesepakatan nuklir dengan Amerika Serikat (AS) jika Washington bersedia membahas pencabutan sanksi atas Iran. Demikian pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht-Ravanchi kepada BBC yang dikutip Reuters dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Minggu (15/2/2026).

Iran menyatakan siap untuk membahas pembatasan program nuklirnya sebagai imbalan atas pencabutan sanksi. Namun, Iran telah berulang kali menolak untuk menghubungkan masalah ini dengan pertanyaan lain termasuk rudal.

Takht-Ravanchi mengkonfirmasi bahwa putaran kedua pembicaraan nuklir akan berlangsung pada hari Selasa di Jenewa, setelah Teheran dan Washington melanjutkan diskusi di Oman awal bulan ini.

"(Pembicaraan awal) kurang lebih berjalan ke arah yang positif, tetapi masih terlalu dini untuk menilai," kata Takht-Ravanchi kepada BBC.

Baca Juga: AS Siapkan Operasi Militer Jangka Panjang ke Iran, Risiko Konflik Regional Meningkat

Sebuah delegasi AS, termasuk utusan Steve Witkoff dan Jared Kushner, akan bertemu dengan pihak Iran pada Selasa pagi, sebuah sumber mengatakan kepada Reuters pada hari Jumat, dengan perwakilan Oman sebagai mediator kontak AS-Iran.

Kepala program nuklir Iran mengatakan, Iran dapat menyetujui untuk mengurangi kandungan uranium yang paling diperkaya sebagai imbalan atas pencabutan semua sanksi keuangan. Takht-Ravanchi menggunakan contoh ini dalam wawancara BBC untuk menyoroti fleksibilitas Iran.

Diplomat senior tersebut menegaskan kembali pendirian Teheran bahwa mereka tidak akan menerima pengayaan uranium nol, yang telah menjadi "hambatan utama untuk mencapai kesepakatan tahun lalu,". Namun, AS memandang pengayaan di dalam Iran sebagai jalan menuju senjata nuklir.

Iran membantah berupaya mengembangkan senjata nuklir semacam itu.

Selama masa jabatan pertamanya, Donald Trump menarik AS keluar dari perjanjian nuklir Iran tahun 2015, yang dikenal sebagai "Rencana Aksi Komprehensif Bersama" (Joint Comprehensive Plan of Action), pencapaian kebijakan luar negeri utama mantan Presiden Demokrat Barack Obama.

Kesepakatan tersebut melonggarkan sanksi terhadap Iran sebagai imbalan atas pembatasan program nuklir Teheran untuk mencegahnya membuat bom atom.

Baca Juga: Trump dan Netanyahu Sepakat Berusaha Mengurangi Ekspor Minyak Iran ke China

Selanjutnya: Daftar Kode Redeem Abyss Roblox (Februari 2026) & Cara Klaim, ada Hadiah Eksklusif!

Menarik Dibaca: HP Android Bebas Iklan 2026: Rasakan Nyaman Tanpa Gangguan!




TERBARU

[X]
×