Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
AS dan Israel sebelumnya menyatakan Iran “terlalu dekat” dengan kemampuan memproduksi senjata nuklir, alasan yang digunakan untuk membenarkan serangan Juni lalu.
IAEA dan komunitas intelijen AS secara terpisah menilai Iran menghentikan program pengembangan senjata nuklirnya pada 2003.
Dalam laporan ancaman global tahunan 2025, komunitas intelijen AS menyebut tetap menilai bahwa Iran belum membangun senjata nuklir dan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei belum mengaktifkan kembali program senjata yang dihentikan pada 2003, meski tekanan internal kemungkinan meningkat.
Trump kemudian menolak penilaian tersebut dan menyebut Direktur Intelijen Nasional Tulsi Gabbard serta komunitas intelijen AS keliru. Ia menegaskan Iran “sangat dekat” memiliki senjata nuklir, tanpa memberikan bukti tambahan.
Iran membantah pernah mengejar senjata nuklir. Sebagai penandatangan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT), Teheran menyatakan memiliki hak memperkaya uranium untuk tujuan sipil. Namun negara-negara Barat menilai tingkat pengayaan uranium Iran tidak memiliki justifikasi sipil yang kredibel dan menimbulkan kekhawatiran serius.
Tonton: Demo Iran Kembali Pecah! Mahasiswa Turun ke Jalan, Ketegangan dengan AS Memanas
Bagaimana soal tuduhan pembunuhan demonstran?
Trump juga mengulang klaim bahwa Iran telah membunuh sedikitnya 32.000 demonstran dalam beberapa bulan terakhir. Angka ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Kelompok pemantau HAM berbasis di AS, HRANA, melaporkan telah mencatat 7.007 kematian terverifikasi dan 11.744 kasus lainnya masih dalam proses peninjauan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi sebelumnya menyatakan pemerintah telah mempublikasikan daftar komprehensif berisi 3.117 korban tewas dalam kerusuhan. Seorang pejabat Iran bulan lalu juga menyebut angka korban terverifikasi mencapai sedikitnya 5.000 orang, termasuk sekitar 500 personel keamanan.
Pernyataan terbaru Trump kembali memanaskan tensi antara Washington dan Teheran. Namun, perbedaan tajam antara klaim politik dan penilaian intelijen resmi menunjukkan bahwa situasi ini masih sarat dengan narasi yang saling bertentangan dan berpotensi memperbesar ketidakpastian geopolitik global.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)