kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.814.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 17.266   44,00   0,26%
  • IDX 7.072   -34,13   -0,48%
  • KOMPAS100 955   -6,68   -0,69%
  • LQ45 682   -4,42   -0,64%
  • ISSI 255   -2,37   -0,92%
  • IDX30 378   -0,88   -0,23%
  • IDXHIDIV20 463   -1,76   -0,38%
  • IDX80 107   -0,70   -0,65%
  • IDXV30 135   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 121   -0,66   -0,55%

Harga Emas Anjlok ke Terendah 3 Pekan, Tertekan Lonjakan Minyak


Selasa, 28 April 2026 / 17:01 WIB
Harga Emas Anjlok ke Terendah 3 Pekan, Tertekan Lonjakan Minyak
ILUSTRASI. Harga emas global anjlok ke level terendah 3 pekan. Membeli emas pekan lalu ternyata belum tentu untung (REUTERS/Hiba Kola)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas dunia melemah ke level terendah dalam tiga pekan pada perdagangan Selasa (…), seiring lonjakan harga minyak akibat mandeknya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran. Pelaku pasar kini mencermati risiko inflasi dan arah kebijakan suku bunga menjelang serangkaian keputusan bank sentral global.

Harga emas spot tercatat turun 1,4% ke level US$ 4.614,71 per ons pada pukul 09.24 GMT, menjadi yang terendah sejak 7 April. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni juga melemah 1,4% ke US$ 4.629,20 per ons.

Analis Julius Baer, Carsten Menke, mengatakan penurunan harga emas dan perak terjadi seiring kenaikan harga minyak akibat minimnya kemajuan dalam negosiasi antara AS dan Iran.

"Penurunan harga emas (dan perak) hari ini mencerminkan kenaikan harga minyak akibat kurangnya kemajuan dalam negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran," ujarnya.

Baca Juga: Harga Minyak Tembus US$110, Pasar Global Cermati Kebuntuan Konflik Iran

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump dilaporkan tidak puas dengan proposal terbaru Iran untuk menyelesaikan konflik yang telah berlangsung selama dua bulan. Kondisi ini meredam harapan tercapainya resolusi dalam waktu dekat, sementara konflik tersebut telah mengganggu pasokan energi, mendorong inflasi, dan menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar.

Harga minyak jenis Brent bahkan melonjak di atas US$ 110 per barel, seiring jalur strategis Selat Hormuz yang sebagian besar masih tertutup.

Menke menambahkan, pasar emas saat ini lebih mengkhawatirkan potensi kebijakan moneter yang lebih ketat akibat dampak perang dibandingkan risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Kenaikan harga minyak mentah turut meningkatkan tekanan inflasi dan memperbesar peluang kenaikan suku bunga. Meski emas dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga justru menekan daya tariknya karena emas tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Dari sisi kebijakan moneter, Bank of Japan mempertahankan suku bunga, namun tiga dari sembilan anggota dewan mengusulkan kenaikan biaya pinjaman sebagai sinyal kekhawatiran terhadap tekanan inflasi akibat konflik Timur Tengah.

Baca Juga: Uni Eropa Desak ASEAN Hindari Minyak Rusia di Tengah Krisis Energi Global

Sementara itu, Federal Reserve juga diperkirakan akan menahan suku bunga pada akhir pertemuan dua harinya yang dijadwalkan selesai Rabu.

Investor juga menantikan keputusan dari bank sentral utama lainnya, termasuk European Central Bank, Bank of England, serta Bank of Canada.

Di pasar keuangan, dolar AS menguat, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam tiga pekan, menambah tekanan bagi logam mulia yang dihargakan dalam dolar.

Untuk logam lainnya, harga perak spot turun 3% menjadi US$ 73,20 per ons, platinum melemah 1,7% ke US$ 1.949,84, dan palladium turun 2,2% ke US$ 1.444,72 per ons.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×