kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.977   -53,00   -0,29%
  • IDX 5.899   152,04   2,65%
  • KOMPAS100 781   21,64   2,85%
  • LQ45 585   16,10   2,83%
  • ISSI 202   5,19   2,64%
  • IDX30 332   9,75   3,02%
  • IDXHIDIV20 406   7,99   2,01%
  • IDX80 88   2,18   2,54%
  • IDXV30 111   2,35   2,16%
  • IDXQ30 106   1,87   1,80%

Harga Emas Jatuh Lebih dari 1% Rabu (10/6), Dipicu Konflik AS-Iran & Lonjakan Minyak


Rabu, 10 Juni 2026 / 08:29 WIB
Harga Emas Jatuh Lebih dari 1% Rabu (10/6), Dipicu Konflik AS-Iran & Lonjakan Minyak
ILUSTRASI. Harga Emas (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia kembali tertekan pada perdagangan Rabu (10/6/2026) dan turun lebih dari 1% seiring kenaikan harga minyak akibat memanasnya kembali konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi inflasi yang lebih tinggi dan peluang kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).

Baca Juga: Dolar AS Menguat Tipis Rabu (10/6), Konflik Timur Tengah Kembali Jadi Sorotan

Mengutip Reuters, harga spot emas turun 1,4% menjadi US$ 4.203,20 per ons troi pada pukul 00.50 GMT. Sebelumnya, logam mulia tersebut sempat menyentuh level terendah sejak 23 Maret 2026 pada perdagangan Selasa (9/6).

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus melemah 1,4% ke level US$ 4.227 per ons troi.

Tekanan terhadap emas juga datang dari penguatan dolar AS. Menguatnya mata uang Negeri Paman Sam membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya sehingga mengurangi daya tarik permintaan.

Sentimen pasar dipengaruhi oleh langkah militer AS yang melancarkan serangan terhadap Iran pada Selasa (9/6), setelah Presiden AS Donald Trump menuduh Teheran menembak jatuh helikopter tempur Apache milik AS di Selat Hormuz.

Baca Juga: Inflasi Produsen Jepang Naik 6,3%, Imbas Kejutan Energi Akibat Konflik Timur Tengah

Perkembangan tersebut memunculkan kembali keraguan terhadap prospek tercapainya kesepakatan damai antara kedua negara dan meningkatkan risiko terganggunya gencatan senjata yang sebelumnya telah tercapai.

Di saat yang sama, harga minyak dunia naik sekitar 1%, memperkuat kekhawatiran pasar bahwa tekanan inflasi akan bertahan lebih lama dan memaksa The Fed mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih panjang.

Data CME FedWatch menunjukkan pelaku pasar kini memperkirakan peluang lebih dari 70% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun.

Meski emas dikenal sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga biasanya menjadi sentimen negatif bagi logam mulia karena emas tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Baca Juga: Harga Minyak Naik Hampir 1% Rabu (10/6), Dipicu Serangan Baru AS ke Iran

Pelaku pasar kini menantikan sejumlah data inflasi penting AS pekan ini, termasuk data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) Mei yang akan dirilis pada Rabu waktu setempat serta data Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) pada Kamis (11/6).

Selain itu, pasar emas juga menghadapi tantangan dari India. Kenaikan tajam tarif impor emas di negara tersebut mendorong kembali maraknya aktivitas penyelundupan. Volume penyelundupan emas diperkirakan dapat melampaui 100 metrik ton pada tahun ini karena tingginya keuntungan di pasar gelap.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 1,4% menjadi US$ 64,48 per ons troi. Harga platinum melemah 1,5% ke level US$ 1.700,38 per ons troi, sedangkan paladium turun 0,8% menjadi US$ 1.212,67 per ons troi.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×