kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.004.000   -55.000   -1,80%
  • USD/IDR 16.978   18,00   0,11%
  • IDX 7.321   -264,62   -3,49%
  • KOMPAS100 1.020   -39,96   -3,77%
  • LQ45 749   -27,08   -3,49%
  • ISSI 256   -10,71   -4,01%
  • IDX30 396   -14,53   -3,54%
  • IDXHIDIV20 491   -15,97   -3,15%
  • IDX80 115   -4,31   -3,63%
  • IDXV30 133   -4,52   -3,29%
  • IDXQ30 128   -4,76   -3,59%

Harga Emas Jatuh di Tengah Penguatan Dolar AS dan Lonjakan Harga Minyak Global


Senin, 09 Maret 2026 / 10:21 WIB
Harga Emas Jatuh di Tengah Penguatan Dolar AS dan Lonjakan Harga Minyak Global


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  Harga emas dunia melemah tajam pada perdagangan awal pekan, Senin (9/3/2026), tertekan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga energi. 

Kondisi ini juga membuat harapan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat semakin memudar.

Harga emas spot turun sekitar 1,7% ke level US$ 5.082,51 per ons pada pukul 02.33 Waktu setempat. Sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April melemah 1,4% ke posisi US$ 5.099,40 per ons.

Tekanan utama datang dari penguatan dolar AS yang melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan. Kenaikan ini membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. 

Baca Juga: Harga Emas Naik Lagi di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Investor Berburu Aset Aman

Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga naik ke level tertinggi dalam sebulan, sehingga meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Analis pasar utama KCM Trade, Tim Waterer, menilai pelemahan emas terjadi di tengah gejolak pasar energi yang justru mendorong penguatan dolar.

“Emas berada dalam posisi tertekan meski pasar sedang bergejolak, karena lonjakan harga minyak memperkuat dolar dan mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga,” ujarnya.

Lonjakan harga energi menjadi faktor penting. Harga minyak mentah melonjak lebih dari 20% hingga menembus US$110 per barel. 

Kenaikan ini dipicu meningkatnya konflik antara AS, Israel, dan Iran yang membuat sejumlah produsen minyak Timur Tengah mengurangi pasokan, di tengah kekhawatiran gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz.

Baca Juga: Harga Emas Naik, Terdorong Kenaikan Permintaan Seiring Meluasnya Konflik Timur Tengah

Kenaikan harga minyak di atas US$ 100 per barel memicu kekhawatiran inflasi global. Kondisi ini membuat peluang bank sentral AS, Federal Reserve, untuk segera menurunkan suku bunga menjadi semakin kecil.

Menurut Waterer, reli emas sepanjang setahun terakhir banyak didorong ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar di AS. Namun lonjakan harga energi mengubah perkiraan tersebut.

“Kenaikan emas selama 12 bulan terakhir banyak ditopang ekspektasi suku bunga yang lebih dovish, tetapi risiko inflasi dari minyak di atas US$100 membuat pemangkasan suku bunga tidak lagi pasti,” katanya.

Pelaku pasar kini memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakan 18 Maret mendatang.

Berdasarkan alat FedWatch milik CME Group, peluang suku bunga tetap bertahan hingga Juni meningkat menjadi lebih dari 51%, dari sebelumnya di bawah 43% pada pekan lalu.

Baca Juga: Harga Emas Naik Lima Hari Beruntun di Tengah Eskalasi Perang Timur Tengah

Emas biasanya diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga meningkat setelah Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai penerus pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Penunjukan ini menandakan kelompok garis keras tetap memegang kendali politik di negara tersebut.

Sementara itu, logam mulia lainnya juga ikut melemah. Harga perak spot turun 2,2% menjadi US$82,50 per ons. Harga platinum merosot 2,8% ke level US$2.076,07 per ons, sedangkan palladium terkoreksi 1,2% menjadi US$1.605,12 per ons.




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×