kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.024.000   -25.000   -0,82%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

Harga Emas Naik Lagi di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Investor Berburu Aset Aman


Jumat, 06 Maret 2026 / 14:26 WIB
Harga Emas Naik Lagi di Tengah Ketegangan Timur Tengah, Investor Berburu Aset Aman


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga emas dunia kembali menguat pada Jumat pagi setelah sempat anjlok lebih dari 1% pada perdagangan sebelumnya. Kenaikan ini didorong meningkatnya minat investor terhadap aset aman (safe-haven) di tengah ketidakpastian yang semakin besar akibat meluasnya konflik di Timur Tengah.

Pada pukul 13.50 WIB, harga emas spot naik 0,8% menjadi US$ 5.117,27 per ons. Meski demikian, sepanjang pekan ini harga emas masih mencatat penurunan sekitar 3%, dan berpotensi mengakhiri tren kenaikan empat minggu berturut-turut. Penurunan mingguan ini dipengaruhi memudarnya harapan pemangkasan suku bunga serta kekhawatiran inflasi seiring melonjaknya harga energi global.

Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman April naik 1% menjadi US$ 5.126,70 per ons.

Baca Juga: Serangan Iran ke Dubai Picu Investor Kaya Asia Pindahkan Dana ke Singapura

Penguatan emas juga dipicu pelemahan dolar AS, yang membuat logam mulia yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.

Analis pasar senior OANDA, Kelvin Wong, mengatakan risiko geopolitik masih sangat tinggi dan bahkan berpotensi meningkat.

“Risiko geopolitik belum mereda. Bahkan ada potensi eskalasi setelah wawancara terbaru Menteri Luar Negeri Iran yang menyatakan pasukan Iran siap menghadapi invasi darat dari Amerika Serikat atau Israel. Hal itu menjadi faktor yang mendukung harga emas,” ujarnya.

Konflik yang telah memasuki hari keenam ini semakin meluas setelah Iran meluncurkan serangkaian serangan ke Israel, Uni Emirat Arab, dan Qatar.

Di sisi lain, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth dan Laksamana Brad Cooper, yang memimpin pasukan AS di Timur Tengah, menyatakan bahwa militer AS memiliki persediaan amunisi yang cukup untuk melanjutkan operasi pengeboman dalam waktu yang lama.

Kampanye militer AS dan Israel terhadap Iran, yang dimulai pada Sabtu lalu, telah menyerang berbagai target di wilayah Iran dan memicu serangan balasan dari Teheran.

Sepanjang tahun ini, emas yang dipandang sebagai aset lindung nilai telah melonjak sekitar 18% dan mencetak sejumlah rekor harga tertinggi baru, seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.

Kelvin Wong memperkirakan harga emas masih akan bergerak volatil dalam jangka pendek. Ia menyebut level dukungan berada di US$ 5.040, sementara resistensi di US$ 5.280. Jika level resistensi tersebut ditembus, harga emas berpotensi naik hingga US$ 5.448 per ons.

Di pasar fisik, permintaan emas di India melemah pekan ini karena volatilitas harga membuat pembeli menahan diri. Sebaliknya, premi emas di China tetap kuat seiring meningkatnya permintaan investasi.

Baca Juga: Harga Minyak Turun, AS Pertimbangkan Intervensi di Pasar Berjangka

Sementara itu, CME Group pada Kamis memutuskan menurunkan margin awal kontrak berjangka emas COMEX 100 menjadi 7% dari sebelumnya 9%, serta menurunkan margin kontrak perak COMEX 5.000 menjadi 14% dari sebelumnya 18%.

Pelaku pasar kini menantikan laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat untuk Februari yang dijadwalkan rilis pada Jumat waktu setempat.

Untuk logam mulia lainnya, perak spot naik 2,4% menjadi US$ 84,12 per ons, platinum menguat hampir 1,4% ke US$ 2.150,70, dan palladium naik 2% menjadi US$ 1.662,72 per ons.




TERBARU
Kontan Academy
Financial Statement in Action AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026

[X]
×