Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas merosot lebih dari 2% pada Selasa (17/2), tertekan oleh meredanya permintaan aset safe haven menyusul sinyal kemajuan dalam pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Penguatan dolar AS turut memperbesar tekanan jual di pasar logam mulia.
Melansir Reuters, harga emas spot turun 2,2% menjadi US$4.884,46 per ons troi pada pukul 13.30 waktu setempat (18.30 GMT).
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April ditutup melemah 2,8% ke US$4.905,90 per ons troi.
Baca Juga: Harga Minyak Ditutup Turun 2% ke Level Terendah Dua Pekan pada Selasa (17/2)
Indeks dolar AS naik 0,3% terhadap sekeranjang mata uang utama, membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri.
Jim Wyckoff, analis senior Kitco Metals mengatakan, pasar bullish membutuhkan sentimen fundamental baru untuk terus menguat.
“Belakangan ini kurang ada berita fundamental positif yang cukup kuat untuk mendorong harga emas dan perak naik lebih tinggi,” ujarnya.
Kemajuan Diplomasi Tekan Permintaan Safe Haven
Penurunan harga emas dipicu oleh pernyataan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi yang menyebut Iran dan AS telah mencapai kesepahaman mengenai “prinsip-prinsip panduan” dalam pembicaraan terkait sengketa nuklir di Jenewa.
Baca Juga: Pengangguran Inggris Sentuh 5,2% Akhir 2025, Peluang Pemangkasan Suku Bunga Meningkat
Meski belum menjamin tercapainya kesepakatan final, perkembangan ini dinilai meredakan kekhawatiran pasar.
Selain itu, negosiator Rusia dan Ukraina juga menggelar pembicaraan damai yang dimediasi AS di Jenewa.
Presiden Donald Trump disebut mendorong percepatan kesepakatan untuk mengakhiri konflik.
Menurut Wyckoff, jika ketegangan geopolitik mereda dan potensi konflik militer dapat dihindari, kecemasan pasar akan menurun sebuah sentimen negatif bagi emas dan perak yang selama ini diuntungkan oleh kondisi ketidakpastian.
Baca Juga: Warner Bros Beri Waktu 7 Hari Bagi Paramount untuk Beri Tawaran Baru yang Lebih Oke
Pasar Tunggu Sinyal The Fed
Pelaku pasar kini menantikan risalah rapat Januari dari Federal Reserve yang dijadwalkan rilis Rabu, serta laporan Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Jumat untuk mengukur arah kebijakan suku bunga.
Pasar saat ini memperkirakan pemangkasan suku bunga pertama tahun ini kemungkinan terjadi pada Juni.
Emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding) cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.
Baca Juga: Iran Tutup Sebagian Selat Hormuz Saat Pembicaraan Nuklir dengan AS Berlangsung
Logam Mulia Lainnya Ikut Melemah
Tekanan juga melanda logam mulia lainnya. Harga perak spot turun 4,1% menjadi US$73,47 per ons troi, setelah sempat menyentuh US$71,92 di awal sesi.
Platinum melemah 1,3% ke US$2.017,06 per ons, sementara paladium merosot 3,1% menjadi US$1.670,25 per ons troi.
Sebagian pasar Asia, termasuk China daratan, Hong Kong, Taiwan, Korea Selatan, dan Singapura, tutup karena libur Tahun Baru Imlek, yang turut membatasi volume transaksi.
Secara keseluruhan, kombinasi kemajuan diplomatik dan penguatan dolar membuat emas kehilangan daya tariknya sebagai aset lindung nilai dalam jangka pendek.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)