kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.918.000   -22.000   -0,75%
  • USD/IDR 16.859   17,00   0,10%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Pengangguran Inggris Sentuh 5,2% Akhir 2025, Peluang Pemangkasan Suku Bunga Meningkat


Selasa, 17 Februari 2026 / 20:41 WIB
Pengangguran Inggris Sentuh 5,2% Akhir 2025, Peluang Pemangkasan Suku Bunga Meningkat
ILUSTRASI. Pengangguran Inggris naik, pertumbuhan upah melambat. Peluang Bank of England pangkas suku bunga Maret kini 80%. Cari tahu dampaknya! (REUTERS/Chris J Ratcliffe)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - LONDON. Tingkat pengangguran Inggris naik ke level tertinggi dalam lebih dari satu dekade di luar periode pandemi, sementara pertumbuhan upah kembali melambat. Data terbaru ini memperkuat ekspektasi investor bahwa Bank of England (BoE) akan memangkas suku bunga acuannya pada bulan depan.

Berdasarkan laporan Office for National Statistics (ONS) yang dirilis Selasa (17/2), tingkat pengangguran di Inggris meningkat menjadi 5,2% dalam tiga bulan terakhir 2025. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2015, jika tidak memasukkan periode pandemi ketika pengangguran sempat menyentuh 5,3%.

Capaian ini lebih tinggi dibandingkan 5,1% pada periode tiga bulan hingga November 2025. ONS mencatat bahwa tingkat pengangguran dihitung berdasarkan survei tenaga kerja yang saat ini tengah dalam proses pembaruan metodologi, menyusul penurunan tingkat respons selama pandemi.

Baca Juga: Pengangguran Inggris Melonjak: Terburuk Sejak 2015!

Meski demikian, para analis menilai kualitas data telah menunjukkan perbaikan dalam beberapa bulan terakhir.

Dampak Kebijakan Pemerintah terhadap Pasar Tenaga Kerja

Kalangan pengusaha menilai pelemahan pasar tenaga kerja mencerminkan dampak dari perubahan kebijakan pemerintah yang dipimpin Perdana Menteri Keir Starmer, termasuk kenaikan pajak bagi pemberi kerja pada tahun lalu.

Menteri Keuangan Rachel Reeves diketahui menaikkan pajak yang dibayarkan oleh perusahaan pada April 2025. Selain itu, dunia usaha juga menghadapi kenaikan upah minimum yang akan berlaku mulai April mendatang serta biaya tambahan dari reformasi perlindungan pekerja.

Survei terpisah yang dipublikasikan awal pekan ini menunjukkan lebih dari sepertiga perusahaan berencana mengurangi perekrutan karyawan tetap akibat meningkatnya biaya yang terkait dengan regulasi baru tersebut.

Alex Hall-Chen, penasihat kebijakan di Institute of Directors, menyatakan komunitas bisnis telah berulang kali menyoroti dampak negatif reformasi tersebut terhadap perekrutan tenaga kerja. Namun, pemerintah dinilai belum menunjukkan komitmen untuk menjawab sebagian besar kekhawatiran pelaku usaha.

Baca Juga: Lonjakan Upah Minimum Picu Kenaikan Pengangguran Kaum Muda Inggris

Peluang Pemangkasan Suku Bunga Maret Menguat

Data ketenagakerjaan terbaru turut memengaruhi pergerakan pasar keuangan. Nilai tukar pound sterling sempat melemah lebih dari setengah sen terhadap dolar AS sebelum memangkas sebagian kerugiannya.

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 80% bahwa BoE akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Maret, meningkat dari 65% pada hari sebelumnya. Ekonom ING, James Smith, menyebut laporan ketenagakerjaan terbaru membuat bank sentral tetap berada di jalur untuk melakukan pemangkasan suku bunga bulan depan.

BoE selama ini menekankan pentingnya memastikan tekanan inflasi dari pasar tenaga kerja benar-benar mereda sebelum melonggarkan kebijakan moneter. Data terbaru memberikan sinyal moderasi tersebut mulai terlihat.

Pertumbuhan Upah Melambat ke 4,2%

ONS melaporkan pertumbuhan upah tahunan, tidak termasuk bonus, melambat menjadi 4,2% dalam tiga bulan terakhir 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini sesuai dengan proyeksi mayoritas ekonom dalam jajak pendapat Reuters dan turun dari 4,4% pada periode hingga November.

Pertumbuhan upah sektor swasta—yang menjadi perhatian utama BoE—juga melambat menjadi 3,4% dalam tiga bulan hingga Desember, dari sebelumnya 3,6%.

Baca Juga: Perkuat Pertahanan Hadapi Rusia, Inggris Tingkatkan Belanja Rudal Jarak Jauh

Analis mencatat kenaikan pengangguran di kalangan usia muda, yang kemungkinan mencerminkan kehati-hatian perusahaan dalam merekrut pekerja baru akibat kenaikan biaya penggajian dan ketidakpastian prospek pertumbuhan ekonomi.

Jack Kennedy, ekonom senior di Indeed, menyebut pemberi kerja saat ini menghadapi lingkungan bisnis yang sulit, ditandai dengan meningkatnya biaya penggajian, kepercayaan bisnis yang rapuh, serta ketidakpastian pertumbuhan yang masih tinggi. Kondisi tersebut mendorong perusahaan untuk menahan perekrutan, terutama untuk posisi junior.

Indikasi Stabilisasi Pasar Kerja

Meski demikian, terdapat sejumlah tanda yang mengindikasikan pasar tenaga kerja mulai menunjukkan stabilisasi. Pada Desember 2025, jumlah pekerja dalam sistem penggajian tercatat turun 6.000 orang—penurunan terkecil sejak Agustus dan jauh lebih ringan dibandingkan estimasi awal yang memperkirakan penurunan 43.000.

Data sementara Januari menunjukkan penurunan 11.000 pekerja. ONS juga menyebut jumlah lowongan kerja yang tersedia relatif tidak berubah.

Dengan kombinasi kenaikan pengangguran dan perlambatan pertumbuhan upah, tekanan inflasi dari sisi tenaga kerja tampak mulai mereda. Kondisi ini membuka ruang bagi Bank of England untuk mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter dalam waktu dekat, di tengah tantangan pertumbuhan ekonomi Inggris yang masih membayangi awal 2026.

Selanjutnya: Industri Pertahanan Butuh Kepastian Kebijakan dan Pembiayaan Jangka Panjang

Menarik Dibaca: Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 Kota Samarinda Lengkap




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×