kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Lonjakan Upah Minimum Picu Kenaikan Pengangguran Kaum Muda Inggris


Minggu, 15 Februari 2026 / 19:45 WIB
Lonjakan Upah Minimum Picu Kenaikan Pengangguran Kaum Muda Inggris
ILUSTRASI. BARRATT REDROW-RESULTS/ (REUTERS/Chris J Ratcliffe)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - LONDON. Kenaikan tajam upah minimum bagi pekerja muda di Inggris dalam tiga tahun terakhir turut berkontribusi terhadap meningkatnya angka pengangguran di kelompok usia tersebut. Hal itu disampaikan oleh pembuat kebijakan Bank of England, Catherine Mann, dalam wawancara dengan media pada Minggu (15/2/2026).

Tingkat pengangguran warga berusia 18–24 tahun di Inggris tercatat sebesar 13,7% dalam periode tiga bulan hingga November. Angka tersebut naik dari 10,2% tiga tahun sebelumnya dan menjadi yang tertinggi sejak kuartal keempat 2020.

Dalam periode tiga tahun yang sama, tingkat pengangguran secara keseluruhan di pasar tenaga kerja Inggris meningkat menjadi 5,1% dari sebelumnya 3,9%.

Baca Juga: Kekhawatiran Gagal Bayar Menyeruak, Transaksi CDS Obligasi Perusahaan AI Melesat

Berbicara kepada The Sunday Telegraph, Mann mengatakan kenaikan pengangguran di kalangan anak muda lebih mencerminkan peningkatan signifikan upah minimum untuk kelompok usia tersebut, bukan sebagai sinyal awal memburuknya kondisi pasar tenaga kerja secara luas.

“Saya pikir kita harus sangat berhati-hati dengan narasi bahwa pengangguran kaum muda adalah ‘kenari di tambang batu bara’ yang menandakan kemerosotan pasar tenaga kerja yang lebih dalam,” ujarnya.

Menurut Mann, akumulasi kenaikan National Living Wage selama tiga tahun terakhir bagi kelompok usia tersebut telah tercermin dalam peningkatan angka pengangguran di kategori pekerja muda. “Sangat disayangkan, tetapi itu benar. Itu adalah fakta,” tambahnya.

Upah minimum Inggris untuk pekerja usia 21–22 tahun telah meningkat 33% dalam tiga tahun terakhir sehingga kini setara dengan National Living Wage sebesar 12,71 poundsterling (sekitar 17,35 dolar AS) per jam yang dibayarkan kepada pekerja yang lebih tua. Sementara itu, upah bagi pekerja usia 18–20 tahun naik 46% menjadi 10 poundsterling per jam.

Pemerintah Inggris sebelumnya menyatakan keinginannya untuk menyamakan upah minimum pekerja usia 18–20 tahun dengan pekerja yang lebih tua.

Baca Juga: Uber Bidik Pasar Eropa, Siap Ekspansi Bisnis Pengantaran Makanan di Tujuh Negara

Mann, yang merupakan mantan kepala ekonom di Organisation for Economic Co-operation and Development, juga diketahui menolak tiga kali pemangkasan suku bunga terakhir oleh Bank of England karena kekhawatiran terhadap inflasi.

Selanjutnya: Kekhawatiran Gagal Bayar Menyeruak, Transaksi CDS Obligasi Perusahaan AI Melesat

Menarik Dibaca: HP Android Bebas Iklan 2026: Rasakan Nyaman Tanpa Gangguan!




TERBARU

[X]
×