kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.047.000   8.000   0,26%
  • USD/IDR 16.912   -58,00   -0,34%
  • IDX 7.424   86,75   1,18%
  • KOMPAS100 1.035   14,22   1,39%
  • LQ45 759   8,64   1,15%
  • ISSI 261   3,60   1,40%
  • IDX30 401   4,01   1,01%
  • IDXHIDIV20 496   2,54   0,52%
  • IDX80 116   1,54   1,34%
  • IDXV30 134   0,94   0,71%
  • IDXQ30 130   1,23   0,96%

Pasar Asia Bangkit dan Harga Minyak Jatuh, Trump: Perang Iran Bisa Segera Berakhir


Selasa, 10 Maret 2026 / 08:53 WIB
Pasar Asia Bangkit dan Harga Minyak Jatuh, Trump: Perang Iran Bisa Segera Berakhir
ILUSTRASI. Bursa Asia - Nikkei Jepang (REUTERS/Issei Kato)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Saham-saham Asia menguat dan harga minyak dunia anjlok pada awal perdagangan Selasa (10/3/2026), setelah pasar mengalami sesi yang sangat fluktuatif semalam menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa perang di Timur Tengah bisa “segera berakhir.”

Melansir Reuters, Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang naik 2,6%, memangkas kerugian sejak konflik dimulai.

Sementara itu, harga minyak Brent crude turun hingga 10% ke bawah US$ 90 per barel saat perdagangan dimulai kembali.

Baca Juga: Emas Spot Stabil US$ 5.131 Selasa (10/3), Trump Prediksi Perang Bisa Segera Berakhir

Kontrak berjangka saham AS lebih stabil, dengan S&P 500 e-mini turun 0,2% untuk memangkas rebound Senin.

Komentar Trump menyuntikkan optimisme yang kontras dengan situasi di Iran, di mana pihak garis keras mendukung pemimpin tertinggi baru Mojtaba Khamenei menunjukkan sikap defian yang tegas.

Sinyal yang saling bertentangan ini membuat pasar global bergejolak: harga minyak sempat melonjak dan saham Wall Street anjlok sebelum kembali menguat tajam setelah pernyataan Trump dan laporan kemungkinan pelonggaran sanksi energi Rusia.

“Meski ini membantu meredakan kepanikan jangka pendek, sulit menerima ide bahwa konflik ini ‘sudah sangat lengkap’,” kata Tony Sycamore, analis pasar IG di Sydney.

“Namun, nada pernyataan Trump yang lebih tenang, dari menuntut penyerahan penuh menjadi menyatakan misi ‘sangat lengkap’, merupakan perkembangan positif yang seharusnya menenangkan pasar Asia hari ini.”

Baca Juga: Trump Putar Otak: Pertimbangkan Pelonggaran Sanksi Rusia Demi Minyak?

Lonjakan Saham Regional

Kepercayaan investor stabil setelah aksi jual Senin, seiring indikasi meningkatnya pengambilan risiko oleh investor ritel. Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 3,6%, sedangkan Kospi Korea Selatan melesat 6,4%.

Lonjakan Kospi bahkan memicu Korea Exchange untuk menyalakan mekanisme “sidecar” guna menghentikan perdagangan program selama lima menit karena kontrak berjangka naik lebih dari 5%.

Baca Juga: Trump Ancam Eskalasi Perang Iran, tapi Sebut Konflik Bisa Segera Berakhir

Ketegangan Masih Tinggi

Meski pasar rebound, latar belakang geopolitik tetap tegang. Militer Iran memperingatkan akan meningkatkan serangan misil sebagai bentuk perlawanan.

Trump memperingatkan melalui media sosial Truth Social, “Jika Iran melakukan apapun yang menghentikan aliran minyak di Selat Hormuz, mereka akan dihantam AMERIKA SERIKAT DUA PULUH KALI LEBIH KERAS daripada sebelumnya.”

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok 6% Selasa (10/3), Trump Prediksi Perang Iran Segera Mereda

Obligasi dan Mata Uang

Obligasi pemerintah AS pulih setelah lonjakan harga minyak Senin memicu kekhawatiran inflasi dan ekspektasi bahwa bank sentral Eropa mungkin mengetatkan kebijakan tahun ini.

Imbal hasil obligasi 10-tahun AS turun 2,3 basis poin menjadi 4,109%, karena spekulasi penurunan suku bunga Federal Reserve kini ditunda hingga Juli, menurut alat FedWatch CME Group.

Analis ING menilai, “Imbal hasil nominal kemungkinan turun sedikit sebagai koreksi, tapi jangan berharap ada reli struktural besar di pasar obligasi. Kita masih menghadapi tekanan inflasi dan ekonomi turun tapi belum kalah.”

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, menutup semua kenaikan pekan lalu dan diperdagangkan turun 0,1% di level 98,79.

Baca Juga: Survei NAB: Aktivitas Bisnis Australia Stabil Februari 2026, Namun Optimisme Melemah

Emas dan Kripto

Harga emas turun tipis 0,1% menjadi US$ 5.133,55 per ons, tetap berada dalam kisaran perdagangan pekan lalu.

Sementara itu, pasar kripto cenderung datar: Bitcoin naik 0,2% menjadi US$ 69.127,60, sedangkan Ether turun 0,4% ke US$ 2.018,69, mempertahankan tren sejak awal Februari.

Pergerakan ini menunjukkan investor masih berhati-hati menilai risiko geopolitik dan dampaknya terhadap pasar energi serta aset safe haven.




TERBARU
Kontan Academy
Kontan Digital Premium Access Financial Statement in Action

[X]
×