Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga emas turun karena dolar Amerika Serikat (AS) menguat, sementara berita bahwa Selat Hormuz kembali ditutup mendorong harga minyak lebih tinggi, menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi.
Senin (20/4/2026) pukul 15.00 WIB, harga emas spot turun 0,7% menjadi US$ 4.792,89 per ons troi, setelah mencapai titik terendah sejak 13 April sebelumnya dalam sesi tersebut.
Harga emas kontrak pengiriman Juni 2026 juga turun 1,4% menjadi US$ 4.812,20 per ons troi.
"Harga emas lebih rendah hari ini setelah gencatan senjata perang AS-Iran yang dirayakan pasar pekan lalu tampaknya gagal," kata Ilya Spivak, kepala makro global di Tastylive.
Baca Juga: Samsung SDI Raih Kontrak Besar, Jadi Pemasok Baterai EV Mercedes
"Hal itu telah menghidupkan kembali dinamika 'perdagangan perang' yang sudah kita kenal sejak awal konflik. Harga minyak mentah naik, yang berdampak pada ekspektasi inflasi dan mendorong kenaikan imbal hasil serta nilai dolar AS."
Indeks dolar AS menguat, membuat emas batangan yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun acuan naik 0,6%.
Harga minyak melonjak dan pasar saham bergejolak karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah membuat pengiriman barang masuk dan keluar dari Teluk sangat minim.
AS telah menyita kapal kargo Iran yang mencoba menerobos blokade dan Iran mengatakan akan membalas, meningkatkan kemungkinan bahwa gencatan senjata antara kedua negara mungkin tidak akan bertahan bahkan selama dua hari yang seharusnya berlaku.
Teheran mengatakan tidak akan berpartisipasi dalam putaran negosiasi kedua yang diharapkan AS untuk dimulai sebelum gencatan senjata berakhir pada hari Selasa.
Baca Juga: Harga BBM AS Diperkirakan Tetap di Atas US$ 3 per Galon hingga Tahun Depan
Harga emas telah turun sekitar 8% sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari, karena kekhawatiran bahwa harga energi yang lebih tinggi dapat memicu inflasi dan menjaga suku bunga global tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama.
Meskipun emas dianggap sebagai "lindung nilai" inflasi, suku bunga yang lebih tinggi menekan permintaan aset yang tidak menghasilkan imbal hasil ini.
Sementara itu, permintaan emas selama salah satu festival pembelian utama di India tetap lesu pada hari Minggu karena harga rekor membatasi pembelian perhiasan, mengimbangi sedikit peningkatan permintaan investasi.
Di antara logam lainnya, harga perak spot turun 1,6% menjadi $79,49 per ons, platinum turun 1,3% menjadi $2.076,92, dan paladium turun 1% menjadi $1.543,74.













