Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Harga emas menyentuh level terendah hampir satu minggu di awal pekan ini, tertekan penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Sementara, lonjakan harga minyak setelah perundingan perdamaian AS-Iran yang gagal memicu kekhawatiran inflasi dan meredam ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) di tahun ini.
Senin (13/4/2026) pukul 14.00 WIB, harga emas spot turun 0,4% menjadi US$ 4.726,64 per ons troi, setelah mencapai titik terendah sejak 7 April di awal perdagangan sesi Asia pada US$ 4.643 per ons troi.
Sejalan, harga kontrak berjangka emas untuk pengiriman Juni 2026 turun 0,8% menjadi US$ 4.748,7 per ons troi.
Dolar AS menguat 0,3%, sementara harga minyak kembali naik di atas US$ 100 per barel di pagi ini (13/4/2026), karena Angkatan Laut AS bersiap untuk memblokade Selat Hormuz yang dapat membatasi pengiriman minyak Iran, menyusul kegagalan AS dan Iran mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Baca Juga: Penjualan Barang Mewah Anjlok 30%–50% di Dubai Usai Konflik Timur Tengah
Garda Revolusi Iran menanggapi dengan memperingatkan bahwa kapal-kapal militer yang mendekati Selat akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan ditindak dengan keras dan tegas.
"Optimisme gencatan senjata telah mereda setelah kegagalan perundingan perdamaian, dan dorongan yang dihasilkan oleh dolar dan harga minyak telah membuat emas kembali terpuruk," kata Tim Waterer, kepala analis pasar, KCM Trade.
Harga emas spot telah turun lebih dari 11% sejak perang AS-Israel di Iran dimulai pada 28 Februari. Meskipun inflasi dan risiko geopolitik biasanya meningkatkan daya tarik emas sebagai lindung nilai, suku bunga yang tinggi membebani logam yang tidak memberikan imbal hasil ini.
Dolar AS yang lebih kuat juga membuat emas batangan yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
"Begitu harga minyak kembali naik di atas $100, perhatian dengan cepat beralih ke potensi kenaikan suku bunga bank sentral untuk mengekang inflasi, dan prospek suku bunga inilah yang melemahkan kinerja emas," kata Waterer.
Para pedagang kini melihat sedikit peluang penurunan suku bunga AS tahun ini, karena harga energi yang lebih tinggi mengancam akan memicu inflasi yang lebih luas dan membatasi ruang lingkup pelonggaran moneter.
Baca Juga: Dolar AS Menguat Saat Negosiasi AS-Iran Krisis Gagal, Euro dan Pound Tersungkur
Sebelum perang di Timur Tengah dimulai, ada ekspektasi dua kali penurunan suku bunga The Fed di tahun ini.
Di antara logam lainnya, harga perak spot anjlok 1,9% menjadi US$ 74,41 per ons troi, platinum juga turun 0,2% ke US$ 2.041,89 per ons troi dan harga paladium naik 0,5% menjadi US$ 1.527,95 per ons troi.













