kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.023.000   -45.000   -1,47%
  • USD/IDR 16.823   -17,00   -0,10%
  • IDX 8.322   41,40   0,50%
  • KOMPAS100 1.169   5,71   0,49%
  • LQ45 843   5,44   0,65%
  • ISSI 297   2,30   0,78%
  • IDX30 446   4,50   1,02%
  • IDXHIDIV20 535   5,84   1,10%
  • IDX80 130   0,54   0,41%
  • IDXV30 146   2,84   1,99%
  • IDXQ30 144   1,31   0,92%

Trump Buka Opsi Serangan ke Iran, Tak Akan Biarkan Teheran Miliki Senjata Nuklir


Rabu, 25 Februari 2026 / 15:25 WIB
Trump Buka Opsi Serangan ke Iran, Tak Akan Biarkan Teheran Miliki Senjata Nuklir
ILUSTRASI. Presiden Trump isyaratkan serangan militer ke Iran dalam pidatonya. Ketegangan memuncak, akankah konflik besar terjadi? (KONTAN/White House )


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara singkat memaparkan kemungkinan serangan terhadap Iran dalam pidato kenegaraan (State of the Union) di hadapan Kongres pada Selasa (24/2/2026).

Dalam pidatonya, Trump menegaskan bahwa ia tidak akan membiarkan negara yang disebutnya sebagai “sponsor terorisme terbesar di dunia” memiliki senjata nuklir.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah pengerahan besar-besaran kekuatan militer Amerika Serikat ke kawasan Timur Tengah. Meski demikian, Trump dinilai belum sepenuhnya menjelaskan kepada publik alasan di balik potensi langkah militer paling agresif terhadap Republik Islam tersebut sejak Revolusi Iran 1979.

Tuduhan terhadap Iran: Nuklir, Rudal, dan Dukungan Militan

Dalam pidatonya, Trump menyoroti dukungan Teheran terhadap kelompok militan, penindasan terhadap demonstran, serta pengembangan program rudal dan nuklir sebagai ancaman bagi kawasan dan kepentingan Amerika Serikat.

“Rezim (Iran) dan proksi-proksi pembunuhnya tidak menyebarkan apa pun selain terorisme, kematian, dan kebencian,” ujar Trump sekitar 90 menit setelah memulai pidato tahunan di hadapan sidang gabungan Senat dan DPR AS.

Baca Juga: Trump Klaim “Zaman Keemasan Amerika” di Pidato Kenegaraan, Ekonomi Jadi Sorotan

Trump menuduh Iran telah memulai kembali program nuklirnya serta mengembangkan rudal yang “segera” mampu menjangkau wilayah Amerika Serikat. Ia juga mengaitkan Teheran dengan serangan bom pinggir jalan yang menewaskan personel militer dan warga sipil AS.

Media pemerintah Iran sebelumnya mengklaim bahwa negara tersebut tengah mengembangkan rudal yang mampu mencapai Amerika Utara. Namun, pemerintah Iran secara konsisten menyatakan bahwa riset nuklirnya ditujukan untuk kepentingan energi sipil.

Ketegangan Meningkat dan Ancaman Konflik Berkepanjangan

Menjelang pidato Trump, situasi memanas akibat peningkatan kehadiran militer AS di Timur Tengah serta persiapan menghadapi kemungkinan konflik yang dapat berlangsung selama berminggu-minggu jika Iran tidak mencapai kesepakatan terkait sengketa lama program nuklirnya.

Trump mengaku frustrasi atas kegagalan negosiasi yang telah berlangsung. “Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi kami belum mendengar kata-kata rahasia itu, ‘Kami tidak akan pernah memiliki senjata nuklir’,” ujar Trump.

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, membantah keras tuduhan tersebut. Dalam pernyataannya di platform X, ia menyebut klaim tentang program nuklir Iran, rudal balistik antarbenua, serta jumlah korban tewas dalam demonstrasi Januari sebagai “kebohongan besar yang diulang-ulang.”

Trump juga menuding pemerintah Teheran bertanggung jawab atas kematian ribuan demonstran dalam aksi anti-pemerintah baru-baru ini. Ia menyebut angka 32.000 korban jiwa, meski angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan sebagian besar estimasi publik.

Baca Juga: Pidato Kenegaraan Trump Diwarnai Ketegangan dengan Mahkamah Agung AS

Kritik dari Partai Demokrat dan Isu “Forever Wars”

Beberapa jam sebelum pidato kenegaraan, Menteri Luar Negeri Marco Rubio memberikan pengarahan tertutup kepada “Gang of Eight” di Kongres, yang terdiri dari pimpinan DPR dan Senat serta komite intelijen kedua kamar.

Pemimpin Mayoritas Demokrat di Senat, Chuck Schumer, mengkritik potensi operasi militer yang dilakukan secara tertutup. “Jika mereka ingin melakukan sesuatu di Iran, apa pun itu, mereka harus mengumumkannya kepada publik dan mendiskusikannya secara terbuka.

Operasi militer rahasia selalu berujung pada perang yang lebih panjang, tragedi, biaya lebih besar, dan kesalahan,” ujarnya dalam konferensi pers.

Trump dan Partai Republik sebelumnya meraih dukungan besar melalui kebijakan “America First” serta janji untuk mengakhiri era “forever wars” seperti konflik panjang di Irak dan Afghanistan. Namun, langkah konfrontatif terhadap Iran berpotensi bertolak belakang dengan komitmen tersebut.

Sejumlah jajak pendapat menunjukkan publik Amerika cenderung waspada terhadap keterlibatan dalam konflik luar negeri.

Survei Reuters/Ipsos pada Januari menunjukkan 69% warga Amerika setuju bahwa militer AS seharusnya hanya digunakan saat menghadapi ancaman langsung dan segera, sementara 18% tidak setuju.

Klaim Serangan Sebelumnya dan Opsi Damai

Tahun lalu, Trump memerintahkan serangan terhadap Iran dan pada Juli mengklaim bahwa fasilitas nuklir negara itu telah “dihancurkan sepenuhnya.” Namun, para pejabat pemerintahannya belakangan menyatakan bahwa Iran sangat dekat dengan kemampuan memproduksi bom nuklir.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat Didorong Optimisme AI Rabu (25/2), Pasar Nantikan Pidato Trump

Dalam pidatonya, Trump kembali menegaskan bahwa Iran tengah “mengejar ambisi jahatnya” untuk mengembangkan program tersebut.

Meski demikian, Trump menyatakan bahwa ia lebih memilih jalur damai. Ia menyebut sejumlah konflik global yang menurutnya telah berhasil diredakan selama masa kepemimpinannya.

“Sebagai presiden, saya akan menciptakan perdamaian di mana pun saya bisa, tetapi saya tidak akan pernah ragu untuk menghadapi ancaman terhadap Amerika di mana pun diperlukan,” tegas Trump.

Pernyataan ini menandai babak baru ketegangan AS–Iran dan berpotensi memengaruhi dinamika geopolitik Timur Tengah, stabilitas global, serta peta politik domestik Amerika Serikat menjelang pemilu sela November mendatang.

Selanjutnya: Bancassurance Industri Turun 4,2%, IFG Life Masih Andalkan Kanal Bancassurance

Menarik Dibaca: Tayang Tahun Ini, Berikut Deretan Pemain Film Laut Bercerita




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×