kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   4.000   0,14%
  • USD/IDR 16.918   17,00   0,10%
  • IDX 8.274   -36,15   -0,43%
  • KOMPAS100 1.163   -5,91   -0,51%
  • LQ45 834   -4,25   -0,51%
  • ISSI 296   -0,45   -0,15%
  • IDX30 437   -1,48   -0,34%
  • IDXHIDIV20 520   -5,14   -0,98%
  • IDX80 130   -0,58   -0,44%
  • IDXV30 144   0,34   0,24%
  • IDXQ30 140   -1,50   -1,06%

Citra Satelit Ungkap Fakta Baru, Iran Bangun Bunker Beton di Situs Nuklir


Kamis, 19 Februari 2026 / 17:52 WIB
Citra Satelit Ungkap Fakta Baru, Iran Bangun Bunker Beton di Situs Nuklir
ILUSTRASI. Citra satelit terbaru menunjukkan Iran membangun pelindung beton di fasilitas militer. Langkah ini berpotensi memicu ketegangan regional lebih lanjut. (REUTERS/Majid Asgaripour)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Citra satelit terbaru menunjukkan Iran membangun pelindung beton di atas fasilitas baru di kompleks militer sensitif, serta menimbunnya dengan tanah.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari penguatan infrastruktur strategis di tengah meningkatnya ketegangan dengan Israel dan Amerika Serikat.

Sejumlah analis menyebut aktivitas tersebut berlangsung di lokasi yang dilaporkan pernah diserang Israel pada 2024, serta di beberapa situs nuklir dan pangkalan rudal yang menjadi sasaran serangan selama konflik sebelumnya.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat Ditopang Sektor Teknologi Kamis (19/2), Sentimen Iran Membayangi

Perkembangan ini terjadi ketika Washington berupaya menegosiasikan kesepakatan baru terkait program nuklir Teheran, sembari tetap membuka opsi tindakan militer apabila perundingan gagal mencapai hasil.

Kompleks Militer Parchin: Fasilitas Baru Diselimuti “Sarkofagus” Beton

Sekitar 30 kilometer tenggara Teheran, Kompleks Militer Parchin selama ini dikenal sebagai salah satu fasilitas militer paling sensitif Iran.

Intelijen Barat sebelumnya menduga lokasi tersebut pernah digunakan untuk pengujian yang berkaitan dengan detonasi bom nuklir lebih dari dua dekade lalu. Iran secara konsisten membantah tuduhan mengembangkan senjata nuklir.

Israel dilaporkan menyerang kawasan ini pada Oktober 2024. Citra satelit sebelum dan sesudah serangan menunjukkan kerusakan signifikan pada sebuah bangunan berbentuk persegi panjang, diikuti proses rekonstruksi yang terlihat pada awal November 2024.

Pada Oktober 2025, citra satelit memperlihatkan kerangka bangunan baru beserta dua struktur kecil di sekitarnya. Perkembangan lanjutan pada November menunjukkan atap logam menutupi bangunan utama.

Namun, pada Desember, fasilitas tersebut tampak sebagian tertutup, dan pada Februari 2026 bangunan itu tidak lagi terlihat karena tertutup struktur beton.

Menurut analisis Institute for Science and International Security (ISIS), pembangunan tersebut mengarah pada pembuatan “sarkofagus beton” yang mengelilingi fasilitas baru yang diidentifikasi sebagai Taleghan 2.

Dalam laporan sebelumnya, ISIS menyebut adanya ruang silinder panjang yang diduga sebagai wadah penahan ledakan berdaya tinggi sepanjang sekitar 36 meter dan diameter 12 meter.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Tipis Kamis (19/2), Pasar Cermati Arah Ketegangan AS–Iran

Wadah semacam ini dinilai krusial dalam pengembangan senjata nuklir, meski juga dapat digunakan untuk pengembangan senjata konvensional.

Analis citra forensik William Goodhind dari Contested Ground menilai warna atap yang menyerupai lingkungan sekitar mengindikasikan penimbunan tanah untuk menyamarkan struktur beton tersebut.

Pendiri ISIS, David Albright, menyebut langkah itu berpotensi menjadikan fasilitas tersebut sebagai bunker yang sulit dikenali dan lebih terlindungi dari serangan udara.

Kompleks Nuklir Isfahan: Pintu Terowongan Dikubur

Di Isfahan, salah satu dari tiga fasilitas pengayaan uranium Iran yang dibom Amerika Serikat pada Juni lalu, citra satelit menunjukkan upaya penimbunan pintu masuk terowongan.

Kompleks ini tidak hanya menjadi bagian dari siklus bahan bakar nuklir, tetapi juga dilaporkan menyimpan sebagian besar uranium yang telah diperkaya di area bawah tanah.

ISIS melaporkan bahwa pada akhir Januari terlihat dua pintu masuk terowongan telah ditimbun tanah. Pembaruan pada awal Februari menunjukkan pintu ketiga juga telah dikubur, sehingga seluruh akses ke kompleks terowongan tersebut kini tertutup sepenuhnya.

Langkah ini dinilai dapat meredam dampak serangan udara sekaligus mempersulit akses darat dalam operasi khusus yang bertujuan merebut atau menghancurkan material nuklir yang mungkin tersimpan di dalamnya.

Penguatan Terowongan Dekat Natanz

Citra satelit juga menunjukkan aktivitas penguatan dua pintu masuk terowongan di bawah pegunungan sekitar 2 kilometer dari Natanz, lokasi dua fasilitas pengayaan uranium utama Iran.

Baca Juga: Ancaman Konflik: Militer AS Siaga, Iran Siapkan Proposal

Menurut ISIS, sejak Februari terlihat pergerakan kendaraan berat, termasuk truk pengangkut tanah dan truk mixer semen, sebagai bagian dari upaya memperkuat dan mempertahankan akses terowongan tersebut.

Fasilitas yang dikenal sebagai Pickaxe Mountain itu belum memiliki fungsi yang dipublikasikan secara resmi, sehingga menimbulkan spekulasi mengenai tujuan strategisnya.

Perbaikan Pangkalan Rudal di Shiraz dan Qom

Di selatan Shiraz, pangkalan rudal utama yang mampu meluncurkan rudal balistik jarak menengah menunjukkan tanda-tanda rekonstruksi setelah mengalami kerusakan ringan pada konflik tahun lalu.

Perbandingan citra Juli 2025 dan Januari 2026 memperlihatkan pembersihan serta perbaikan kompleks logistik dan komando utama, meski dinilai belum kembali ke kapasitas operasional penuh sebelum serangan.

Sementara itu, pangkalan rudal sekitar 40 kilometer utara Qom mengalami kerusakan tingkat menengah. Citra terbaru menunjukkan atap baru telah dipasang pada bangunan yang sebelumnya rusak, dengan proses perbaikan diperkirakan selesai dalam waktu sekitar 10 hari sejak pertengahan November.

Selanjutnya: Analis: Momentum Ramadan Tak Banyak Pengaruhi Arah IHSG

Menarik Dibaca: Jadwal Imsakiyah Kabupaten Mojokerto Ramadan 2026 Satu Bulan Penuh




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×