Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas menguat pada perdagangan Jumat (13/3/2026), didukung pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS). Investor juga mencermati dampak ekonomi dari meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,7% menjadi US$5.112,34 per ons troi pada pukul 00.59 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April turun tipis 0,2% menjadi US$5.115,80 per ons tri.
Baca Juga: Trump Sebut Timnas Iran Tak Pantas Tampil di Piala Dunia 2026 Demi Keamanan
Meski demikian, logam mulia ini masih mencatat penurunan sekitar 1% sepanjang pekan ini. Penurunan tersebut dipicu memudarnya harapan pemangkasan suku bunga AS dalam waktu dekat, seiring lonjakan harga energi yang memicu kekhawatiran inflasi.
Pelemahan Index dolar membuat komoditas yang dihargai dalam dolar, seperti emas, menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
Di sisi lain, turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga meningkatkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Ketegangan geopolitik juga meningkat setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan negaranya akan tetap menutup jalur pelayaran strategis Selat Hormuz sebagai tekanan terhadap Amerika Serikat dan Israel.
Baca Juga: Trump Sebut AS Bisa Untung dari Lonjakan Harga Minyak, Picu Kritik dari Politisi
Situasi tersebut memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global dan meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan.
Harga minyak bahkan melonjak di atas US$100 per barel setelah serangan terhadap kapal tanker minyak di kawasan Teluk serta pernyataan Iran yang memperkecil peluang meredanya konflik dalam waktu dekat.
Di tengah lonjakan harga energi, Presiden AS Donald Trump kembali mendesak Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, untuk memangkas suku bunga.
Namun analis dari Goldman Sachs pada Kamis menunda perkiraan pemangkasan suku bunga The Fed menjadi September dan Desember, dari proyeksi sebelumnya pada Juni.
Berdasarkan alat FedWatch milik CME Group, pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,5%–3,75% pada akhir rapat kebijakan dua hari yang berakhir 18 Maret.
Baca Juga: Bursa Australia Melemah di Tengah Kekhawatiran Inflasi, Saham Northern Star Anjlok
Meski data inflasi terbaru menunjukkan pertumbuhan harga relatif terkendali, dampak perang Iran dan lonjakan harga minyak mentah diperkirakan belum sepenuhnya tercermin dalam data ekonomi.
Investor kini menantikan rilis data Personal Consumption Expenditures Index bulan Januari yang tertunda, yang dijadwalkan diumumkan pada hari ini.
Di pasar logam lainnya, harga perak spot naik 1,5% menjadi US$85,03 per ons troi. Sementara itu, platinum naik 1,3% ke US$2.159,01 per ons troi dan paladium menguat 0,8% ke US$1.630,71 per ons troi.













