Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Iran menyatakan kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz harus berkoordinasi dengan angkatan laut negara tersebut. Pernyataan ini disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, seperti dilaporkan kantor berita Mehr pada Kamis.
Mengutip Reuters, pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan. Pemimpin tertinggi baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, menegaskan negaranya akan terus melawan dan mempertahankan penutupan Selat Hormuz sebagai alat tekanan terhadap Amerika Serikat dan Israel. Ini menjadi pernyataan publik pertamanya sejak menggantikan ayahnya yang tewas.
Menurut Baghaei, keamanan Selat Hormuz sangat penting bagi Iran karena berkaitan langsung dengan stabilitas kawasan. Ia menekankan Iran memiliki garis pantai terpanjang di Teluk Persia dan Laut Oman, sehingga selama ini menanggung biaya besar untuk menjaga keamanan jalur laut strategis tersebut.
Dalam pernyataannya, Khamenei juga menyerukan negara-negara tetangga Iran agar menutup pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di wilayah mereka. Ia juga memperingatkan bahwa Iran akan terus menjadikan pangkalan-pangkalan tersebut sebagai target serangan.
Baca Juga: Menteri Energi AS: Harga Minyak Tidak Mungkin Tembus US$200 per Barel
Baghaei menambahkan bahwa ketidakamanan di kawasan yang dipicu oleh Amerika Serikat dan Israel berpotensi memengaruhi lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Meski demikian, Iran menegaskan tidak ingin jalur laut tersebut menjadi tidak aman.
Karena itu, kapal-kapal yang melintas diminta berkoordinasi dengan angkatan laut Iran agar keamanan pelayaran tetap terjaga.
Tonton: Iran Tolak Gencatan Senjata Trump! Teheran Siap Lanjutkan Perang
Ketegangan yang berpotensi memicu gangguan besar pada pasokan energi global ini kembali mendorong lonjakan harga minyak dunia. Harga minyak sempat turun di awal pekan karena harapan konflik segera mereda, namun kini kembali naik hingga melampaui US$ 100 per barel.













