kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.796   -20,00   -0,12%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Harga Minyak Melemah Tipis, Efek Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz


Selasa, 10 Februari 2026 / 11:26 WIB
Harga Minyak Melemah Tipis, Efek Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz
ILUSTRASI. IRAN-ECONOMY/PROTESTS-OIL (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga minyak dunia melemah tipis pada Selasa (10/2/2026) karena pelaku pasar menilai potensi gangguan pasokan global. Kejadian ini setelah Amerika Serikat mengeluarkan panduan pelayaran terbaru Selat Hormuz. 

Ketegangan antara Washington dan Teheran kembali menjadi sorotan utama pasar energi.

Harga minyak mentah Brent turun 18 sen atau 0,26% menjadi US$ 68,85 per barel pada pukul 10.53 WIB. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah 21 sen atau 0,33% ke level US$ 64,15 per barel.

Baca Juga: Mark Cuban: AI Berpotensi Ciptakan Triliuner Pertama Dunia dari Rumah

Pelemahan ini terjadi setelah harga minyak menguat lebih dari 1% pada Senin. Kenaikan tersebut dipicu oleh imbauan Badan Administrasi Maritim Departemen Transportasi AS yang meminta kapal dagang berbendera AS untuk berlayar sejauh mungkin dari perairan teritorial Iran, serta menolak secara verbal jika diminta naik oleh pasukan Iran.

Sekitar 20% konsumsi minyak global melewati Selat Hormuz yang berada di antara Oman dan Iran, menjadikan setiap eskalasi di kawasan tersebut sebagai ancaman serius bagi pasokan energi dunia. Iran bersama negara anggota OPEC lainnya seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak mengekspor sebagian besar minyak mentah mereka melalui jalur strategis ini, terutama ke pasar Asia.

Panduan dari AS tersebut dikeluarkan meskipun diplomat tertinggi Iran pekan lalu menyatakan bahwa perundingan nuklir yang dimediasi Oman dengan Amerika Serikat menunjukkan awal yang “baik” dan akan berlanjut.

“Meski pembicaraan di Oman memberikan sinyal positif secara hati-hati, ketidakpastian terkait potensi eskalasi, pengetatan sanksi, atau gangguan pasokan di Selat Hormuz tetap mempertahankan premi risiko yang moderat,” tulis analis IG, Tony Sycamore, dalam catatan kepada klien.

Di sisi lain, Uni Eropa mengusulkan perluasan sanksi terhadap Rusia dengan memasukkan pelabuhan di Georgia dan Indonesia yang menangani minyak Rusia. Jika diterapkan, ini akan menjadi kali pertama Uni Eropa menargetkan pelabuhan di negara ketiga, berdasarkan dokumen proposal yang ditinjau Reuters. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperketat sanksi terhadap minyak Rusia, yang menjadi sumber pendapatan utama Moskow di tengah perang di Ukraina.

Baca Juga: Amazon Siapkan Marketplace Konten untuk Industri AI

Sementara itu, Indian Oil Corp dilaporkan membeli enam juta barel minyak mentah dari Afrika Barat dan Timur Tengah. Langkah ini diambil saat India mengurangi pembelian minyak Rusia, seiring upaya New Delhi mendorong tercapainya kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat.

Selanjutnya: Terima Audiensi dengan Apindo, Prabowo Bahas Perluasan Lapangan Kerja

Menarik Dibaca: Desain XOS 16 Infinix: Visual Premium & Performa Ngebut, Siap Saingi HP Flagship




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×