kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Mark Cuban: AI Berpotensi Ciptakan Triliuner Pertama Dunia dari Rumah


Selasa, 10 Februari 2026 / 10:55 WIB
Diperbarui Selasa, 10 Februari 2026 / 11:00 WIB
Mark Cuban: AI Berpotensi Ciptakan Triliuner Pertama Dunia dari Rumah
ILUSTRASI. Google, Artificial Intelligence (REUTERS/Dado Ruvic). Mark Cuban menilai kecerdasan buatan (AI) masih berada pada tahap awal, namun berpotensi menciptakan kekayaan dalam skala sangat besar.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Orang Kaya asal Amerika Serikat  (AS) Mark Cuban menilai kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) masih berada pada tahap awal, namun berpotensi menciptakan kekayaan dalam skala sangat besar. Bahkan, AI disebut bisa melahirkan triliuner pertama di dunia.

Menurut Cuban, perkembangan AI membuka peluang lahirnya perusahaan raksasa dari skala kecil, sebagaimana Apple dan Amazon yang dulu dirintis dari garasi rumah. Dengan AI, peluang tersebut dinilai semakin luas dan cepat.

“Kita belum melihat yang terbaik dari kemampuan AI,” ujar Cuban seperti dilansir dari Forbes, Selasa (10/2/2026).

Ia mencontohkan OpenAI yang berdiri pada 2015 dari ruang tamu salah satu pendirinya dan kini dikabarkan membidik valuasi ratusan miliar dolar AS. Meski demikian, kekayaan para pelaku industri AI saat ini masih jauh dari level triliuner.

Baca Juga: Elon Musk Miliki Kekayaan Bersih Sentuh US$500 Miliar, Calon Triliuner Pertama Dunia

Laporan Informa Connect pada September 2024 menyebut CEO Tesla Elon Musk berpeluang menjadi triliuner pada 2027. Namun Cuban menegaskan, dampak AI terhadap penciptaan nilai ekonomi jauh melampaui inovasi teknologi sebelumnya.

“AI mengerdilkan semua inovasi sebelumnya,” tegasnya.

Cuban juga mengaku memanfaatkan AI secara luas dalam aktivitas sehari-hari, termasuk untuk meningkatkan produktivitas dan membantu memantau kondisi kesehatannya. Ia menilai, pemanfaatan AI akan terus berkembang seiring kemajuan teknologinya.

Meski demikian, Cuban mengingatkan keterbatasan AI dan menilai teknologi ini tidak dapat sepenuhnya menggantikan penilaian manusia, terutama untuk keputusan penting. Karena itu, hasil analisis AI tetap perlu diuji dan diverifikasi.

Baca Juga: Elon Musk Berpeluang Jadi Triliuner Pertama Dunia Lewat Paket Gaji Baru Tesla

Terkait isu penggantian tenaga kerja, Cuban menilai AI tidak akan menghilangkan seluruh pekerjaan. Sebaliknya, AI akan menjadi alat pendukung bagi kreativitas dan inovasi. “AI tidak akan menggantikan semua pekerjaan,” katanya.

Selanjutnya: Indeks Dolar AS Terbebani Kekhawatiran Kebijakan Global

Menarik Dibaca: Kesempatan Terakhir! Promo PHD & Pizza Hut World Pizza Day Paket Hemat Rame-Rame




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×