kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.087   7,00   0,04%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

Mark Cuban: AI Berpotensi Ciptakan Triliuner Pertama Dunia dari Rumah


Selasa, 10 Februari 2026 / 10:55 WIB
Diperbarui Selasa, 10 Februari 2026 / 11:00 WIB
Mark Cuban: AI Berpotensi Ciptakan Triliuner Pertama Dunia dari Rumah
ILUSTRASI. Google, Artificial Intelligence (REUTERS/Dado Ruvic). Mark Cuban menilai kecerdasan buatan (AI) masih berada pada tahap awal, namun berpotensi menciptakan kekayaan dalam skala sangat besar.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Orang Kaya asal Amerika Serikat  (AS) Mark Cuban menilai kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) masih berada pada tahap awal, namun berpotensi menciptakan kekayaan dalam skala sangat besar. Bahkan, AI disebut bisa melahirkan triliuner pertama di dunia.

Menurut Cuban, perkembangan AI membuka peluang lahirnya perusahaan raksasa dari skala kecil, sebagaimana Apple dan Amazon yang dulu dirintis dari garasi rumah. Dengan AI, peluang tersebut dinilai semakin luas dan cepat.

“Kita belum melihat yang terbaik dari kemampuan AI,” ujar Cuban seperti dilansir dari Forbes, Selasa (10/2/2026).

Ia mencontohkan OpenAI yang berdiri pada 2015 dari ruang tamu salah satu pendirinya dan kini dikabarkan membidik valuasi ratusan miliar dolar AS. Meski demikian, kekayaan para pelaku industri AI saat ini masih jauh dari level triliuner.

Baca Juga: Elon Musk Miliki Kekayaan Bersih Sentuh US$500 Miliar, Calon Triliuner Pertama Dunia

Laporan Informa Connect pada September 2024 menyebut CEO Tesla Elon Musk berpeluang menjadi triliuner pada 2027. Namun Cuban menegaskan, dampak AI terhadap penciptaan nilai ekonomi jauh melampaui inovasi teknologi sebelumnya.

“AI mengerdilkan semua inovasi sebelumnya,” tegasnya.

Cuban juga mengaku memanfaatkan AI secara luas dalam aktivitas sehari-hari, termasuk untuk meningkatkan produktivitas dan membantu memantau kondisi kesehatannya. Ia menilai, pemanfaatan AI akan terus berkembang seiring kemajuan teknologinya.

Meski demikian, Cuban mengingatkan keterbatasan AI dan menilai teknologi ini tidak dapat sepenuhnya menggantikan penilaian manusia, terutama untuk keputusan penting. Karena itu, hasil analisis AI tetap perlu diuji dan diverifikasi.

Baca Juga: Elon Musk Berpeluang Jadi Triliuner Pertama Dunia Lewat Paket Gaji Baru Tesla

Terkait isu penggantian tenaga kerja, Cuban menilai AI tidak akan menghilangkan seluruh pekerjaan. Sebaliknya, AI akan menjadi alat pendukung bagi kreativitas dan inovasi. “AI tidak akan menggantikan semua pekerjaan,” katanya.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×