Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Orang Kaya asal Amerika Serikat (AS) Mark Cuban menilai kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) masih berada pada tahap awal, namun berpotensi menciptakan kekayaan dalam skala sangat besar. Bahkan, AI disebut bisa melahirkan triliuner pertama di dunia.
Menurut Cuban, perkembangan AI membuka peluang lahirnya perusahaan raksasa dari skala kecil, sebagaimana Apple dan Amazon yang dulu dirintis dari garasi rumah. Dengan AI, peluang tersebut dinilai semakin luas dan cepat.
“Kita belum melihat yang terbaik dari kemampuan AI,” ujar Cuban seperti dilansir dari Forbes, Selasa (10/2/2026).
Ia mencontohkan OpenAI yang berdiri pada 2015 dari ruang tamu salah satu pendirinya dan kini dikabarkan membidik valuasi ratusan miliar dolar AS. Meski demikian, kekayaan para pelaku industri AI saat ini masih jauh dari level triliuner.
Baca Juga: Elon Musk Miliki Kekayaan Bersih Sentuh US$500 Miliar, Calon Triliuner Pertama Dunia
Laporan Informa Connect pada September 2024 menyebut CEO Tesla Elon Musk berpeluang menjadi triliuner pada 2027. Namun Cuban menegaskan, dampak AI terhadap penciptaan nilai ekonomi jauh melampaui inovasi teknologi sebelumnya.
“AI mengerdilkan semua inovasi sebelumnya,” tegasnya.
Cuban juga mengaku memanfaatkan AI secara luas dalam aktivitas sehari-hari, termasuk untuk meningkatkan produktivitas dan membantu memantau kondisi kesehatannya. Ia menilai, pemanfaatan AI akan terus berkembang seiring kemajuan teknologinya.
Meski demikian, Cuban mengingatkan keterbatasan AI dan menilai teknologi ini tidak dapat sepenuhnya menggantikan penilaian manusia, terutama untuk keputusan penting. Karena itu, hasil analisis AI tetap perlu diuji dan diverifikasi.
Baca Juga: Elon Musk Berpeluang Jadi Triliuner Pertama Dunia Lewat Paket Gaji Baru Tesla
Terkait isu penggantian tenaga kerja, Cuban menilai AI tidak akan menghilangkan seluruh pekerjaan. Sebaliknya, AI akan menjadi alat pendukung bagi kreativitas dan inovasi. “AI tidak akan menggantikan semua pekerjaan,” katanya.












