kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.790.000   -15.000   -0,53%
  • USD/IDR 16.925   -32,00   -0,19%
  • IDX 9.060   49,73   0,55%
  • KOMPAS100 1.250   12,35   1,00%
  • LQ45 882   10,99   1,26%
  • ISSI 333   3,36   1,02%
  • IDX30 450   4,31   0,97%
  • IDXHIDIV20 529   7,17   1,38%
  • IDX80 139   1,48   1,08%
  • IDXV30 147   2,52   1,74%
  • IDXQ30 144   1,73   1,22%

Harga Minyak Naik Tipis Kamis (22/1) Pagi: Brent ke US$65,33 dan WTI ke US$60,75


Kamis, 22 Januari 2026 / 11:22 WIB
Harga Minyak Naik Tipis Kamis (22/1) Pagi: Brent ke US$65,33 dan WTI ke US$60,75
ILUSTRASI. Harga Minyak (REUTERS/Liz Hampton)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga minyak naik tipis pada Kamis (22/1/2026), setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meredakan ketegangan dengan Eropa terkait permintaan Greenland.

Gangguan pasokan dari dua ladang besar di Kazakhstan serta prospek permintaan yang lebih baik pada 2026 juga mendukung pergerakan harga.

Melansir Reuters, minyak Brent naik 9 sen atau 0,14% menjadi US$65,33 per barel pada pukul 03:20 GMT. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Maret naik 13 sen atau 0,21% menjadi US$60,75 per barel.

Baca Juga: Harga Emas: Goldman Sachs Ramal Sentuh US$5.400 di Akhir 2026, Apa Pemicunya?

Kontrak minyak naik lebih dari 0,4% pada Rabu, setelah kenaikan 1,5% pada hari sebelumnya, menyusul keputusan OPEC+ dari Kazakhstan untuk menghentikan produksi di ladang Tengiz dan Korolev karena masalah distribusi listrik.

Selain itu, Trump menyatakan kesepakatan terkait Greenland sudah dalam pandangan, sekaligus menegaskan tidak akan menggunakan kekuatan militer untuk menyelesaikan sengketa yang sempat mengancam hubungan transatlantik selama beberapa dekade.

“Kesepakatan tentang Greenland akan mengurangi risiko perang dagang AS-Eropa dan mendukung ekonomi global serta permintaan minyak,” kata Mingyu Gao, peneliti utama energi dan kimia di China Futures Co Ltd.

“Di saat bersamaan, AS belum menutup kemungkinan keterlibatan militer di Iran, yang juga menjadi faktor pendukung harga minyak,” tambah Gao.

Baca Juga: Rekor! KOSPI Tembus ke 5.000, Ditopang Booming AI dan Reformasi Pasar

Trump mengatakan dia berharap tidak ada aksi militer lebih lanjut di Iran, namun AS akan bertindak jika Tehran melanjutkan program nuklirnya.

Dengan kerangka kesepakatan Greenland dan menurunnya kemungkinan aksi militer di Iran, harga minyak diperkirakan akan bertahan di sekitar level $60 per barel, kata Tony Sycamore, analis broker online IG.

Sentimen pasar juga didukung oleh revisi kenaikan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global tahun 2026 dalam laporan bulanan International Energy Agency (IEA), yang menunjukkan surplus pasar sedikit menyempit tahun ini.

Sementara itu, stok minyak mentah dan bensin di AS naik, sedangkan persediaan distilat turun minggu lalu, menurut sumber pasar yang mengutip data American Petroleum Institute (API).

Baca Juga: Indonesia dan 6 Negara Lain Resmi Gabung Inisiatif “Board of Peace” Trump untuk Gaza

Stok minyak mentah naik 3,04 juta barel untuk pekan yang berakhir 16 Januari, sementara stok bensin naik 6,21 juta barel dan persediaan distilat turun 33.000 barel.

Delapan analis yang disurvei Reuters memperkirakan rata-rata kenaikan 1,1 juta barel untuk stok minyak mentah pekan tersebut.

“Persediaan minyak mentah yang tinggi membatasi kenaikan lebih lanjut di pasar yang sedang kelebihan pasokan,” kata analis Haitong Futures, Yang An.

Selanjutnya: Harga Emas: Goldman Sachs Ramal Sentuh US$5.400 di Akhir 2026, Apa Pemicunya?

Menarik Dibaca: Kesempatan Terakhir Promo Chatime Serba Rp 26 Ribu & Snowy Cheese Cupbop Favorit




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×