kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.021.000   -21.000   -0,69%
  • USD/IDR 16.946   30,00   0,18%
  • IDX 7.293   -69,40   -0,94%
  • KOMPAS100 1.011   -9,83   -0,96%
  • LQ45 745   -5,99   -0,80%
  • ISSI 256   -3,38   -1,30%
  • IDX30 398   -2,51   -0,63%
  • IDXHIDIV20 495   -2,07   -0,42%
  • IDX80 114   -0,97   -0,85%
  • IDXV30 133   -0,90   -0,67%
  • IDXQ30 129   -0,51   -0,40%

Harga Minyak Dunia Turun Jumat (13/3) Pagi, Brent ke US$99,75 dan WTI ke US$94,85


Jumat, 13 Maret 2026 / 08:52 WIB
Harga Minyak Dunia Turun Jumat (13/3) Pagi, Brent ke US$99,75 dan WTI ke US$94,85
ILUSTRASI. Harga minyak dunia (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Jumat (13/3/2026) pagi setelah Amerika Serikat (AS) mengeluarkan izin sementara selama 30 hari bagi negara-negara untuk membeli minyak dan produk minyak Rusia yang saat ini tertahan di laut.

Kebijakan tersebut membantu meredakan kekhawatiran pasar terkait pasokan energi global.

Melansir Reuters, harga minyak acuan Brent turun 71 sen atau 0,71% menjadi US$99,75 per barel pada pukul 01.23 GMT. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 88 sen atau 0,92% menjadi US$94,85 per barel.

Baca Juga: Harga Minyak Tergelincir di Pagi Ini (13/3), AS Izinkan Pembelian Minyak Rusia

Izin tersebut dikeluarkan oleh pemerintah AS sebagai langkah untuk menstabilkan pasar energi global yang terguncang akibat perang yang melibatkan Iran.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan, kebijakan ini bertujuan membantu meredakan tekanan di pasar energi dunia.

Meski demikian, analis dari Haitong Futures, Yang An, menilai kebijakan tersebut hanya memberikan dampak sementara.

“Penerbitan izin ini memang meredakan kekhawatiran pasar, tetapi tidak menyelesaikan masalah mendasar. Hal yang paling penting adalah pemulihan jalur pelayaran di Selat Hormuz,” ujarnya.

Baca Juga: Pesawat Militer AS Jatuh di Irak, Operasi Penyelamatan Sedang Dilakukan

Sebelumnya, Departemen Energi AS juga mengumumkan rencana pelepasan 172 juta barel minyak dari cadangan strategis nasional atau Strategic Petroleum Reserve untuk menekan lonjakan harga minyak setelah pecahnya perang Iran.

Langkah tersebut dikoordinasikan dengan International Energy Agency yang telah menyetujui pelepasan rekor 400 juta barel minyak dari cadangan strategis global, termasuk kontribusi dari Amerika Serikat.

Namun, analis pasar dari IG Group Tony Sycamore mengatakan, efek positif dari pelepasan cadangan minyak tersebut dengan cepat memudar akibat meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah.

Kedua harga acuan minyak sempat melonjak lebih dari 9% pada Kamis dan mencapai level tertinggi sejak Agustus 2022.

Ketegangan meningkat setelah Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan negaranya akan terus berperang dan mempertahankan penutupan Selat Hormuz sebagai alat tekanan terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Baca Juga: Harga Emas Spot Naik ke US$5.112,34 Jumat (13/3) Pagi, Didukung Pelemahan Dolar

Di kawasan Teluk, dua kapal tanker bahan bakar di perairan Irak dilaporkan diserang oleh perahu bermuatan bahan peledak yang diduga berasal dari Iran.

Seorang pejabat Irak bahkan mengatakan kepada media pemerintah bahwa pelabuhan minyak negara tersebut telah menghentikan seluruh operasinya.

Selain itu, Oman juga dilaporkan memindahkan seluruh kapal dari terminal ekspor minyak utamanya di Mina Al Fahal sebagai langkah pencegahan.

Meski demikian, sejumlah langkah lain juga tengah disiapkan untuk mengurangi risiko gangguan pasokan energi.

Scott Bessent mengatakan Angkatan Laut AS kemungkinan akan mengawal kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, mungkin bersama koalisi internasional, ketika kondisi militer memungkinkan.

Baca Juga: Trump Sebut Timnas Iran Tak Pantas Tampil di Piala Dunia 2026 Demi Keamanan

Sementara itu, Arab Saudi dilaporkan membayar biaya tambahan untuk mengalihkan rute kapal tanker melalui Laut Merah dengan memanfaatkan jaringan pipa East-West guna menyalurkan minyak ke pasar global.

Di sisi lain, Iran disebut masih mengizinkan satu hingga dua kapal tanker per hari melintasi Selat Hormuz, terutama untuk pengiriman minyak ke China guna menjaga hubungan ekonomi dan arus pendapatan negara tersebut.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×