kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.087.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.891   16,00   0,09%
  • IDX 7.389   -51,51   -0,69%
  • KOMPAS100 1.027   -9,91   -0,95%
  • LQ45 752   -7,70   -1,01%
  • ISSI 260   -2,22   -0,85%
  • IDX30 399   -2,52   -0,63%
  • IDXHIDIV20 491   -4,11   -0,83%
  • IDX80 115   -1,17   -1,01%
  • IDXV30 133   -1,68   -1,25%
  • IDXQ30 129   -0,54   -0,42%

Ancaman Konflik: Militer AS Siaga, Iran Siapkan Proposal


Kamis, 19 Februari 2026 / 06:24 WIB
Ancaman Konflik: Militer AS Siaga, Iran Siapkan Proposal
ILUSTRASI. Situasi panas Timur Tengah makin tak menentu. Proposal Iran jadi kunci, namun militer AS justru siap siaga. Apa artinya bagi stabilitas global? (via REUTERS/Majid Asgaripour)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Iran disebut akan segera menyerahkan proposal tertulis kepada Amerika Serikat terkait cara menyelesaikan kebuntuan hubungan kedua negara. Hal ini disampaikan seorang pejabat senior AS kepada Reuters, Rabu (waktu setempat), setelah pembicaraan tidak langsung di Jenewa sehari sebelumnya.

Reuters memberitakan, pertemuan di Jenewa mempertemukan utusan AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi. Dialog tersebut bertujuan meredakan eskalasi ketegangan yang terus meningkat antara Washington dan Teheran.

Menurut pejabat AS tersebut, Iran telah menyatakan kesediaannya untuk mengajukan proposal tertulis guna menjawab kekhawatiran Amerika. 

“Kami saat ini menunggu proposal dari pihak Iran,” ujarnya.

AS Siapkan Kekuatan Militer Tambahan

Di Washington, para penasihat keamanan nasional utama bertemu di Situation Room Gedung Putih untuk membahas Iran. Dalam pertemuan itu disebutkan bahwa seluruh kekuatan militer AS yang dikerahkan ke kawasan Timur Tengah ditargetkan sudah berada di posisi masing-masing pada pertengahan Maret.

Baca Juga: Kim Jong Un: Target Militer Baru Korut Siap Guncang Dunia

Presiden Donald Trump sebelumnya memerintahkan peningkatan signifikan kehadiran militer di kawasan, termasuk pengiriman kelompok kapal induk kedua.

Langkah tersebut mempertegas tekanan Washington di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung.

Pembahasan Nuklir dan Sanksi

Amerika Serikat ingin Iran menghentikan program nuklirnya. Namun Teheran menegaskan tidak sedang mengembangkan senjata nuklir dan menolak menghentikan pengayaan uranium secara total.

AS juga ingin memperluas cakupan pembicaraan ke isu non-nuklir, seperti program rudal Iran. Sebaliknya, Iran menyatakan hanya bersedia membahas pembatasan program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi, dan menolak memasukkan isu rudal dalam negosiasi.

Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan terdapat “kemajuan terbatas” dalam pembicaraan di Jenewa, namun mengakui masih ada perbedaan besar dalam sejumlah isu.

Tonton: Media Asing Ramai Ulas Gebrakan Militer RI yang Siapkan Jalan Tol Jadi Landasan Jet Tempur

Agenda Diplomatik dengan Israel

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 28 Februari untuk membahas perkembangan isu Iran.

Pertemuan tersebut dipandang penting mengingat Israel merupakan sekutu dekat AS dan memiliki kepentingan strategis terhadap program nuklir Iran.

Dengan jalur diplomasi yang masih berlangsung dan peningkatan kesiapan militer di kawasan, pasar dan komunitas internasional kini menunggu apakah proposal tertulis dari Iran dapat membuka jalan kompromi atau justru mempertegas perbedaan kedua pihak.

Selanjutnya: Kim Jong Un: Target Militer Baru Korut Siap Guncang Dunia

Menarik Dibaca: Quick Share Mirip AirDrop: Cara Berbagi File Android ke iPhone Cuma Sekejap




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×