kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.087.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.891   16,00   0,09%
  • IDX 7.389   -51,51   -0,69%
  • KOMPAS100 1.027   -9,91   -0,95%
  • LQ45 752   -7,70   -1,01%
  • ISSI 260   -2,22   -0,85%
  • IDX30 399   -2,52   -0,63%
  • IDXHIDIV20 491   -4,11   -0,83%
  • IDX80 115   -1,17   -1,01%
  • IDXV30 133   -1,68   -1,25%
  • IDXQ30 129   -0,54   -0,42%

Ternyata! Arab Saudi Sudah Kerek Produksi Minyak Sebelum Serangan AS Israel ke Iran


Rabu, 11 Maret 2026 / 20:37 WIB
Ternyata! Arab Saudi Sudah Kerek Produksi Minyak Sebelum Serangan AS Israel ke Iran
ILUSTRASI. OPEC (REUTERS/Maxim Shemetov)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - LONDON. OPEC mengungkapkan bahwa Arab Saudi ternyata sudah bersiap-siap meningkatkan produksi sebelum serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Data tersebut dilihat berdasarkan draft laporan bulanan OPEC yang dilihat Reuters, dimana rencana tersebut terungkap pada Februari 2026. 

"Arab Saudi meningkatkan produksi dan ekspornya sebagai bagian dari rencana kontinjensi jika serangan AS mengganggu pasokan dari Timur Tengah," kata sumber yang mengetahui rencana tersebut pada Februari. Serangan yang terjadi pada 28 Februari telah menyebabkan gangguan ekspor minyak, menghentikan produksi sementara, dan mendorong harga minyak melambung.

Baca Juga: Arab Saudi dan Negara Teluk Pangkas Produksi Minyak, Pasokan Global Menyusut

Dalam draft laporan OPEC, Arab Saudi melaporkan pasokan minyak ke pasar pada Februari sebesar 10,111 juta barel per hari (bpd), sementara produksi aktualnya mencapai 10,882 juta bpd, meningkat dari produksi Januari yang sebesar 10,10 juta bpd.

OPEC juga mempertahankan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global yang relatif kuat sepanjang tahun ini, meskipun risiko konflik Timur Tengah tetap membayangi pasar energi.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×