Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - DUBAI. Dua drone jatuh di dekat Dubai International Airport pada Rabu (11/3/2026), sementara Bahrain mengevakuasi beberapa pesawat. Ini karena serangan infrastruktur terus mengganggu lalu lintas udara di Teluk.
Konflik AS-Israel terhadap Iran memasuki hari ke-12, menyebabkan puluhan ribu pembatalan penerbangan, pengalihan rute, dan perubahan jadwal di seluruh dunia, termasuk penutupan sebagian besar ruang udara Timur Tengah, termasuk Qatar, akibat ancaman misil dan drone.
Krisis ini telah menjadi yang terburuk bagi industri penerbangan sejak pandemi, karena Dubai International Airport, hub tersibuk untuk penumpang global, dan bandara regional lain adalah titik transit penting untuk perjalanan jarak jauh.
Baca Juga: Ternyata! Arab Saudi Sudah Kerek Produksi Minyak Sebelum Serangan AS Israel ke Iran
Konflik juga mengganggu jalur ekspor minyak utama, mendorong harga jet fuel naik, memicu kenaikan tarif beberapa rute, dan menimbulkan kekhawatiran terhadap permintaan perjalanan secara lebih luas. Kargo udara yang sensitif terhadap waktu juga terdampak parah. Pemerintah Vietnam memperingatkan maskapai domestiknya bisa menghadapi kekurangan bahan bakar mulai bulan depan.
Otoritas Penerbangan Sipil Bahrain memindahkan beberapa pesawat Gulf Air tanpa penumpang dan beberapa pesawat kargo ke bandara alternatif untuk “memastikan kelangsungan dan efisiensi operasi udara” selama krisis.
Data dari FlightRadar24 menunjukkan beberapa jet penumpang mengalihkan rute ke lokasi di Arab Saudi dalam 24 jam terakhir. Kantor media Dubai mengonfirmasi dua drone jatuh dekat bandara, namun lalu lintas udara tetap berjalan normal. Tidak ada kerusakan terlihat di bandara, meski empat orang mengalami luka-luka. Serangan ini menandai ancaman baru setelah bandara DXB sempat mengalami kerusakan pada hari pertama konflik, bersama bandara internasional Abu Dhabi dan Kuwait.
Maskapai regional seperti Emirates, Etihad Airways, dan Qatar Airways telah melanjutkan beberapa penerbangan, namun operasi masih jauh di bawah kapasitas normal. Data FlightRadar24 menunjukkan penerbangan harian oleh maskapai utama Uni Emirat Arab sempat mencapai lebih dari 600 selama akhir pekan, namun menurun sedikit pada Selasa.
Baca Juga: Belanda Batalkan Pembatasan Penerbangan Tahunan di Bandara Schiphol












