Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – BEIJING/SINGAPURA. Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dalam jamuan makan malam kenegaraan mewah di Beijing pada Kamis diperkirakan akan menampilkan salah satu kuliner khas Tiongkok, yakni masakan Huaiyang.
Masakan Huaiyang yang berasal dari wilayah sekitar Shanghai dikenal dengan cita rasa yang lembut, teknik pemotongan bahan yang presisi, serta penekanan pada penggunaan bahan musiman. Hidangan ini sering dianggap sebagai salah satu representasi paling elegan dari tradisi kuliner China.
Simbolisme Kuliner dalam Diplomasi China
Dalam beberapa dekade terakhir, pemerintah China telah memanfaatkan simbolisme makanan dalam berbagai acara kenegaraan penting. Sejarah panjang kelangkaan pangan dan masa-masa gejolak politik di masa lalu membuat makanan memiliki makna simbolis yang kuat dalam budaya China modern.
“Keunggulan utama masakan Huaiyang adalah daya tariknya yang luas. Rasanya dapat diterima oleh hampir semua orang, termasuk tamu internasional,” ujar Shi Qiang, Executive Chef restoran Huaiyang kelas atas Gui Hua Lou di Shanghai.
Baca Juga: Madonna, Shakira, hingga BTS Siap Meriahkan Halftime Show Final Piala Dunia 2026
“Dalam filosofi Huaiyang, jamuan kenegaraan tidak berfokus pada bahan mahal atau kemewahan berlebihan, melainkan pada keseimbangan rasa dan kualitas,” tambahnya.
Diplomasi Lewat Hidangan Tradisional
Masakan Huaiyang merupakan salah satu dari delapan kuliner regional utama China dan telah lama menjadi bagian dari jamuan diplomatik penting. Hidangan ini pernah disajikan pada jamuan “pendirian negara” pada 1949, peringatan 50 tahun Republik Rakyat China pada 1999, serta jamuan tahun 2002 saat Presiden Jiang Zemin menjamu Presiden Amerika Serikat George W. Bush.
Dalam beberapa tahun terakhir, makanan juga kerap menjadi sorotan dalam kunjungan pejabat asing. Pada 2023, mantan Menteri Keuangan AS Janet Yellen sempat menjadi perhatian publik setelah berkomentar santai soal hidangan di restoran Yunnan di Beijing, sementara mantan Wakil Presiden AS Joe Biden pernah makan di restoran sederhana Beijing pada 2011.
China bahkan memiliki hidangan ayam yang dinamai menurut diplomat AS Henry Kissinger, yang disajikan saat kunjungan rahasianya pada 1971.
Menu Khas Huaiyang dan Karakter Rasa
Beberapa hidangan ikonik Huaiyang meliputi bakso babi “lion’s head”, nasi goreng Yangzhou, ikan “squirrel fish” dengan saus asam manis, serta “wensi tofu” yang dipotong menjadi serat-serat sangat halus.
Masakan ini banyak menggunakan bahan dari wilayah Sungai Yangtze seperti ikan air tawar, belut, dan rebung, dengan bumbu yang minimal untuk menonjolkan rasa alami bahan.
Baca Juga: Xi Jinping Puji Posisi Baru Hubungan AS-China Usai Bertemu Donald Trump
“Masakan ini ideal untuk jamuan karena lebih ringan dibandingkan kuliner utara seperti Shandong, tidak pedas seperti Sichuan, serta lebih mudah diterima dibandingkan hidangan Kanton,” ujar penulis kuliner Christopher St. Cavish.
“Dalam istilah sederhana, ini adalah pilihan yang aman—tidak akan menyinggung selera tamu,” tambahnya.
Menu Diplomatik yang Konsisten
Pada kunjungan terakhir Donald Trump ke China pada 2017, ia juga disuguhi hidangan bergaya Huaiyang seperti sayuran rebus dalam sup dan daging sapi tomat, yang disesuaikan dengan preferensi steak matang yang ia sukai.
Dengan demikian, kuliner Huaiyang kembali diperkirakan menjadi “alat diplomasi lembut” dalam memperkuat hubungan bilateral antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia melalui jamuan kenegaraan di Beijing.













