kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Goldman Sachs Naikkan Target MSCI Emerging Market, Potensi Naik 12%


Kamis, 04 Juni 2026 / 14:58 WIB
Goldman Sachs Naikkan Target MSCI Emerging Market, Potensi Naik 12%
ILUSTRASI. Morgan Stanley Capital International, MSCI (KONTAN/Panji Indra)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Goldman Sachs menaikkan target 12 bulan untuk indeks MSCI pasar negara berkembang menjadi 2.000 dari sebelumnya 1.850. Ini artinya indeks MSCI pasar negara berkembang potensi naik hampir 12% dari penutupan terakhir 1.787,88. 

Langkah ini didorong oleh pertumbuhan laba yang dipacu kecerdasan buatan (AI) dan prospek resolusi cepat konflik Iran yang bisa menguntungkan beberapa mata uang serta pasar obligasi.

Ekuitas di pasar berkembang sedang rally, terutama dipimpin pasar Asia Timur seperti Korea Selatan dan Taiwan. Indeks patokan naik 9% pada Mei, mengungguli kenaikan 5% di S&P 500. Goldman menilai kenaikan berbasis laba ini dapat berlanjut, mendorong revisi naik ekspektasi laba dan target indeks di Korea dan Taiwan.

Baca Juga: Taiwan Siapkan 1.850 Rudal Anti-Kapal untuk Hadapi Ancaman China

Perusahaan teknologi besar Korea Selatan, SK Hynix dan Samsung Electronics, masing-masing menembus valuasi US$ 1 triliun bulan lalu, terdorong permintaan tinggi untuk chip memori kelas atas yang menimbulkan kekurangan pasokan dan kenaikan harga. Goldman memproyeksikan laba per saham (EPS) indeks naik 55% tahun ini, dibanding perkiraan sebelumnya 45%, dan untuk 2027 diperkirakan tumbuh 20%, sedikit lebih tinggi dari perkiraan 19% sebelumnya.

Di luar Asia Timur, yang menyumbang sekitar setengah bobot indeks, Goldman memperkirakan EPS hanya tumbuh 11% pada 2026 dan 2027, menekankan besarnya kontribusi pertumbuhan AI. Selain indeks berbasis teknologi, pasar sensitif suku bunga seperti Afrika Selatan, Brasil, dan Uni Emirat Arab berpotensi berkinerja lebih baik jika ada kesepakatan antara AS dan Iran.

Jika konflik terselesaikan, mata uang seperti rand Afrika Selatan, won Korea, zloty Polandia, dan peso Chile bisa menonjol, sementara obligasi denominasi lokal juga bisa mendapatkan “jalan untuk meredakan tekanan pasar,” menurut Goldman Sachs.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×