kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Nippon Steel Naikkan Proyeksi Laba 32% Berkat Kinerja U.S. Steel


Selasa, 04 Agustus 2026 / 17:11 WIB
Nippon Steel Naikkan Proyeksi Laba 32% Berkat Kinerja U.S. Steel
ILUSTRASI. Produsen baja terbesar Jepang, Nippon Steel, menaikkan proyeksi laba bersih untuk tahun buku berjalan sebesar 32% (REUTERS/Issei Kato)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen baja terbesar Jepang, Nippon Steel, menaikkan proyeksi laba bersih untuk tahun buku berjalan sebesar 32%, didorong oleh kinerja yang lebih kuat dari anak usahanya di Amerika Serikat, U.S. Steel, seiring membaiknya pasar baja Negeri Paman Sam.

Dalam laporan keuangan yang dirilis Selasa (5/8), Nippon Steel memperkirakan laba bersih tahun buku penuh mencapai 290 miliar yen atau sekitar US$1,84 miliar, naik dari proyeksi sebelumnya.

Perusahaan juga membukukan laba bersih sebesar 75,30 miliar yen pada kuartal pertama periode April-Juni 2026. Capaian ini berbalik positif dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ketika Nippon Steel mencatat rugi bersih 195,83 miliar yen akibat kerugian satu kali (one-off loss) yang besar dari penjualan kepemilikannya di perusahaan patungan AM/NS Calvert.

Direktur Keuangan Nippon Steel, Takahiko Iwai, mengatakan bahwa kontribusi U.S. Steel menjadi faktor utama yang mengangkat kinerja grup.

"U.S. Steel menjadi pendorong utama laba grup kami," ujar Takahiko Iwai dalam konferensi pers.

Ia menambahkan, langkah-langkah untuk meningkatkan kualitas produk serta efisiensi operasional di U.S. Steel setelah proses akuisisi juga turut mendorong kenaikan laba unit usaha tersebut.

Baca Juga: Korea Selatan Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, 19 Orang Meninggal

Proyeksi Laba U.S. Steel Meningkat

Nippon Steel turut menaikkan proyeksi laba operasional dasar (underlying business profit) U.S. Steel untuk tahun buku yang berakhir Maret 2027 menjadi setidaknya 180 miliar yen, lebih tinggi dibandingkan estimasi pada Mei lalu yang sebesar setidaknya 100 miliar yen.

Perusahaan juga merevisi asumsi harga pasar hot-rolled coil (HRC) di Amerika Serikat. Kini, Nippon Steel memperkirakan harga baja canai panas berada di kisaran US$1.000 hingga US$1.100 per short ton, naik US$100 dibandingkan asumsi sebelumnya, seiring kenaikan harga baja dalam beberapa waktu terakhir.

Menurut Iwai, pelemahan nilai tukar yen terhadap dolar Amerika Serikat serta kenaikan biaya bahan baku turut meningkatkan keuntungan dari valuasi persediaan, sehingga ikut mendukung revisi naik proyeksi laba perusahaan.

"Peningkatan keuntungan dari valuasi persediaan yang didorong oleh pelemahan yen terhadap dolar AS dan naiknya biaya bahan baku juga berkontribusi terhadap revisi naik proyeksi laba," kata Iwai.

Konflik Timur Tengah Tekan Kinerja

Di sisi lain, konflik di Timur Tengah masih menjadi faktor yang membebani kinerja perusahaan.

Iwai mengungkapkan bahwa konflik tersebut telah mengurangi laba kuartal pertama sebesar 25 miliar yen. Untuk sepanjang tahun buku, dampak negatifnya diperkirakan mencapai 60 miliar yen.

"Konflik di Timur Tengah mengurangi laba kuartal pertama sebesar 25 miliar yen dan diperkirakan akan memberikan dampak negatif sebesar 60 miliar yen terhadap laba sepanjang tahun buku," ujarnya.

Baca Juga: Trump Kritik ExxonMobil dan Chevron, Minta Raksasa Minyak Turunkan Harga BBM

Operasi Domestik Masih Lesu

Meski bisnis internasional menunjukkan perbaikan, laba dari operasi domestik Nippon Steel masih bergerak stagnan.

Untuk menjaga profitabilitas, perusahaan berencana meneruskan kenaikan biaya bahan baku dan energi kepada pelanggan melalui penyesuaian harga produk.

Selain itu, Nippon Steel juga melihat peluang perbaikan harga baja di pasar domestik setelah pemerintah Jepang mulai menerapkan kebijakan antidumping terhadap produk baja impor.

"Pemerintah Jepang akhirnya telah memberlakukan langkah-langkah antidumping. Jika kebijakan ini mampu menekan masuknya baja murah dari luar negeri, maka harga baja di pasar domestik berpotensi menjadi lebih kuat," tutur Iwai.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu industri baja Jepang menghadapi tekanan dari impor baja berharga murah sekaligus memperbaiki margin keuntungan produsen dalam negeri.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×