kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Korea Selatan Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, 19 Orang Meninggal


Selasa, 04 Agustus 2026 / 17:07 WIB
Korea Selatan Dilanda Gelombang Panas Ekstrem, 19 Orang Meninggal
ILUSTRASI. Korea Selatan tengah menghadapi gelombang panas ekstrem yang mencetak rekor suhu tertinggi dalam lebih dari satu abad. (Carlos Barria/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Korea Selatan tengah menghadapi gelombang panas ekstrem yang mencetak rekor suhu tertinggi dalam lebih dari satu abad. Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyebut kondisi tersebut sebagai bencana nasional setelah cuaca panas menyengat dilaporkan menyebabkan sedikitnya 19 orang meninggal dunia.

Dalam rapat kabinet pada Selasa (4/8/2026), Lee Jae Myung meminta seluruh otoritas terkait meningkatkan dukungan bagi masyarakat yang terdampak serta memperkuat langkah mitigasi menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung.

Presiden Lee juga memerintahkan para pejabat untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna melindungi kehidupan sehari-hari masyarakat, sekaligus memeriksa keandalan sistem kelistrikan di tengah lonjakan permintaan listrik akibat penggunaan pendingin ruangan.

"Kekhawatiran yang lebih besar adalah kondisi cuaca yang tidak normal membuat kemungkinan cuaca ekstrem akan terus berlanjut dalam jangka waktu yang cukup lama," ujar Lee.

Baca Juga: Trump Kritik ExxonMobil dan Chevron, Minta Raksasa Minyak Turunkan Harga BBM

Ia menambahkan bahwa pemerintah perlu melakukan perombakan besar terhadap sistem penanggulangan bencana agar lebih siap menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang semakin berbahaya.

Suhu Tertinggi dalam 122 Tahun

Badan Meteorologi Korea (Korea Meteorological Administration/KMA) melaporkan bahwa Kota Yangsan, yang berada di wilayah tenggara Korea Selatan dan terletak di kawasan cekungan, mencatat suhu mencapai 42,5 derajat Celcius pada Minggu (2/8).

Angka tersebut menjadi suhu tertinggi yang pernah tercatat selama 122 tahun sejarah pengamatan cuaca di negara itu.

KMA juga untuk pertama kalinya mengeluarkan peringatan gelombang panas bagi sebagian wilayah Seoul dan Provinsi Gyeonggi pada Senin (3/8). Peringatan tersebut kemudian diperluas mencakup seluruh wilayah ibu kota pada Selasa.

Peringatan gelombang panas tersebut mengimbau masyarakat menghentikan sementara aktivitas luar ruangan, termasuk pekerjaan pertanian, olahraga, maupun pekerjaan konstruksi.

Warga Mengaku Belum Pernah Mengalami Panas Seperti Ini

Gelombang panas juga berdampak pada masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk penghuni kawasan jjokbang, yakni permukiman dengan kamar-kamar kecil berbiaya murah di Distrik Yeongdeungpo, Seoul bagian barat.

"Saya belum pernah merasakan panas seperti ini selama tinggal di sini," kata Cho Sang-yeon, warga yang telah hampir 20 tahun menetap di kawasan tersebut.

Sebagian warga telah dipindahkan ke hunian sementara yang disediakan pemerintah dan dilengkapi fasilitas pendingin udara. Namun, masih banyak tunawisma yang tetap bertahan di kawasan tersebut.

Baca Juga: Jepang Kenakan Bea Masuk Anti-Dumping pada Baja Galvanis dari Korea Selatan & China

"Saya merasa prihatin melihat para tunawisma yang harus menderita akibat panas di jalanan," ujar warga lainnya, Son Ki-young.

Petugas pemadam kebakaran bersama aparat pemerintah setempat juga terus menyemprotkan air ke jalan-jalan untuk menurunkan suhu lingkungan serta memantau warga rentan terhadap penyakit akibat cuaca panas.

Korban Jiwa Bertambah

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) melaporkan hingga Selasa (4/8), jumlah korban meninggal akibat gelombang panas telah meningkat menjadi 19 orang.

Dari jumlah tersebut, 13 korban berusia 80 tahun atau lebih, sehingga kelompok lanjut usia menjadi yang paling rentan terhadap dampak suhu ekstrem.

Sejak 15 Mei 2026, tercatat sebanyak 2.025 orang mengalami gangguan kesehatan akibat gelombang panas di berbagai wilayah Korea Selatan.

Dampak cuaca ekstrem juga merambah dunia olahraga. Dua pertandingan bisbol yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa di Seoul dan Gwangju terpaksa dibatalkan karena suhu yang terlalu tinggi demi menjaga keselamatan pemain dan penonton.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×