kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Eropa Masih Dibakar Gelombang Panas Ekstrem, Prancis Catat 1.000 Kematian


Minggu, 28 Juni 2026 / 19:04 WIB
Eropa Masih Dibakar Gelombang Panas Ekstrem, Prancis Catat 1.000 Kematian
ILUSTRASI. Gelombang (suhu) Panas melanda Eropa (REUTERS/Gonzalo Fuentes)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa memasuki pekan kedua dengan dampak yang semakin meluas.

Prancis memperingatkan jumlah korban jiwa masih akan bertambah setelah mencatat sekitar 1.000 kematian berlebih (excess deaths) akibat cuaca panas yang memecahkan rekor.

Suhu di sejumlah wilayah Eropa diperkirakan masih mencapai hingga 40 derajat Celsius pada Minggu (28/6), sementara badai mulai melanda beberapa kawasan lainnya.

Baca Juga: Konflik Iran-AS Memanas Lagi, Selat Hormuz Kembali Jadi Sorotan

Badan kesehatan masyarakat Prancis menyatakan sebagian besar korban meninggal merupakan kelompok lanjut usia.

Otoritas memperkirakan angka tersebut masih dapat meningkat seiring masuknya laporan kematian dari panti jompo maupun rumah-rumah warga.

Para ilmuwan menyebut gelombang panas yang dimulai sejak 20 Juni ini merupakan yang terparah yang pernah tercatat di Eropa.

Kondisi cuaca ekstrem tersebut telah mengganggu pembangkit listrik, merusak infrastruktur, serta membebani sistem layanan kesehatan di berbagai negara.

Menurut para peneliti, gelombang panas kali ini hampir mustahil terjadi tanpa pengaruh perubahan iklim akibat aktivitas manusia.

Perubahan iklim disebut membuat suhu malam yang sangat tinggi menjadi 100 kali lebih mungkin terjadi dibandingkan dua dekade lalu.

Baca Juga: Meski Sudah Ditolak, GameStop Tetap Ngotot Hendak Akuisisi eBay

Suhu 40 Derajat Celsius

Pada Minggu, suhu di Jerman, Polandia, dan Italia diperkirakan mendekati bahkan melampaui 40 derajat Celsius.

Sementara itu, badai yang melanda sebagian wilayah Prancis turut menyebabkan gangguan perjalanan dan pasokan listrik.

Di Jerman, layanan kereta api dikurangi pada jalur utama di negara bagian North Rhine-Westphalia, sementara layanan trem dihentikan di Kota Leipzig akibat cuaca ekstrem. Banyak warga memilih tetap berada di dalam rumah hingga matahari terbenam.

Gelombang panas juga memengaruhi sungai-sungai utama di Eropa. Debit air menurun dan suhu air meningkat sehingga mengganggu pembangkit listrik serta aktivitas pertanian.

Pemerintah Hungaria menyatakan pembangkit listrik tenaga nuklir Paks kemungkinan kembali harus mengurangi produksinya karena suhu Sungai Danube, yang digunakan sebagai sistem pendingin, terlalu tinggi.

Di Italia, debit Sungai Po terus menyusut sehingga air laut masuk hingga sejauh 18 kilometer ke daratan. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap sektor pertanian dan kawasan lahan basah yang dilindungi di delta sungai tersebut.

Cuaca panas juga memicu meningkatnya insiden tenggelam. Puluhan orang dilaporkan kehilangan nyawa saat berusaha mencari kesegaran di danau maupun perairan terbuka.

Di Italia, tim penyelamat masih mencari suami Menteri Kabinet Eugenia Roccella yang dilaporkan hilang saat berenang di Danau Vico, sekitar 70 kilometer dari Roma, pada Sabtu (27/6).

Baca Juga: Korea Selatan dan Jepang Tegaskan Komitmen Denuklirisasi di Semenanjung Korea

Listrik Padam

Meski suhu mulai menurun di sebagian besar wilayah Prancis, badan meteorologi setempat menyatakan beberapa daerah di bagian timur laut masih berada dalam status peringatan gelombang panas.

Menteri Kesehatan Prancis Stephanie Rist mengatakan dampak kesehatan akibat gelombang panas masih dapat berlangsung hingga 10 hari setelah suhu mulai mereda.

"Episode ini belum berakhir," ujarnya.

Badai yang menerjang sejumlah wilayah Prancis pada Sabtu malam memang membawa udara yang lebih sejuk. Namun, cuaca buruk tersebut menyebabkan gangguan pasokan listrik.

Penyedia listrik Enedis melaporkan sekitar 63.000 rumah tangga di wilayah utara dan tengah Prancis masih mengalami pemadaman listrik hingga Minggu pagi.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×