Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Nippon Steel memutuskan untuk meningkatkan penawaran obligasi konversinya menjadi 600 miliar yen (US$ 3,85 miliar). Jumlah ini menjadi yang terbesar dalam sejarah perusahaan Jepang, karena Nippon Steel berupaya membiayai kembali pengambilalihan U.S. Steel senilai US$ 15 miliar dan mendanai bisnis ekspansi.
Mengutip Reuters, Selasa (24/2/2026)perusahaan tersebut mengatakan bahwa mereka meningkatkan penawaran, yang direncanakan dalam dua tahap yang sama, dengan total 50 miliar yen, berdasarkan permintaan investor dan kondisi pasar, karena mereka berupaya untuk menginvestasikan 6 triliun yen selama lima tahun ke depan, termasuk 11 miliar dolar AS di U.S. Steel, untuk mendanai pertumbuhan.
Peningkatan ukuran penawaran terjadi tak lama setelah Nippon Steel mengumumkan rencana dalam dokumen peraturan untuk mengumpulkan masing-masing 275 miliar yen melalui penawaran tersebut, yang jatuh tempo pada tahun 2029 dan 2031, dan masing-masing memiliki hak akuisisi saham dan tanpa kupon.
Baca Juga: AS Resmi Berlakukan Tarif Impor 10%, Kebijakan Dagang Kembali Tuai Ketidakpastian
Reuters sebelumnya melaporkan bulan ini tentang rencana Nippon Steel untuk penjualan obligasi konvertibel, mengutip sumber, karena perusahaan tersebut mencari pendanaan untuk mengganti pinjaman jangka pendek yang diambil untuk membeli U.S. Steel.
"Dengan memilih obligasi konversi daripada penawaran saham, perusahaan bertujuan untuk membatasi pengenceran saham langsung," kata analis Jefferies dalam sebuah catatan, menggambarkan operasi obligasi yang direncanakan sebagai yang terbesar yang pernah dilakukan oleh perusahaan Jepang mana pun.
"Rencana pendanaan ini menandai titik balik yang memungkinkan Nippon Steel untuk fokus pada pertumbuhan yang dipimpin luar negeri sambil menyeimbangkan disiplin keuangan," tambah mereka.
Baca Juga: Belanja Liburan Masyarakat China di Libur Imlek Mencapai Rp 1.957 Triliun
Bulan ini, Nippon Steel memperluas perkiraan kerugian bersihnya untuk tahun fiskal yang berakhir Maret menjadi 70 miliar yen sebagian karena kebakaran di tanur tinggi dan karena biaya yang terkait dengan akuisisi U.S. Steel.
Selain Amerika Serikat, Nippon Steel menargetkan India dan Thailand sebagai pasar pertumbuhannya, dan berencana meningkatkan kapasitas produksi baja mentah global tahunan menjadi setidaknya 100 juta metrik ton pada pertengahan tahun 2030-an dari 82 juta metrik ton saat ini.
($1 = 155,8700 yen)













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)