Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang jangka 10 tahun melonjak di atas 2,3% pada hari Selasa (20/1). Ini menandai level tertinggi dalam hampir tiga dekade di tengah kekhawatiran atas usulan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi untuk memangkas pajak penjualan makanan menjadi 0%.
Investor khawatir rencana tersebut dapat meningkatkan risiko fiskal, karena masih belum jelas bagaimana pemerintah akan mengimbangi pendapatan yang hilang.
Takaichi juga mengumumkan bahwa ia akan membubarkan parlemen pada akhir pekan ini dan mengadakan pemilihan umum pada 8 Februari, di mana partainya diperkirakan akan mengamankan lebih banyak kursi dan mendorong ekspansi fiskal serta kebijakan lainnya.
Seperti dikutip Tradingeconomics, Selasa (20/1), perhatian pasar juga tertuju pada pertemuan kebijakan Bank Sentral Jepang (BOJ) minggu ini, ketika suku bunga secara luas diperkirakan akan tetap tidak berubah setelah kenaikan pada bulan Desember.
Investor akan mengamati dengan cermat sinyal-sinyal agresif dari Gubernur BOJ Kazuo Ueda di tengah spekulasi tentang potensi kenaikan suku bunga pada bulan Juni.












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
