kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.087.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.891   16,00   0,09%
  • IDX 7.389   -51,51   -0,69%
  • KOMPAS100 1.027   -9,91   -0,95%
  • LQ45 752   -7,70   -1,01%
  • ISSI 260   -2,22   -0,85%
  • IDX30 399   -2,52   -0,63%
  • IDXHIDIV20 491   -4,11   -0,83%
  • IDX80 115   -1,17   -1,01%
  • IDXV30 133   -1,68   -1,25%
  • IDXQ30 129   -0,54   -0,42%

Rusia Tuduh Inggris Terlibat dalam Serangan Rudal Ukraina di Bryansk


Rabu, 11 Maret 2026 / 17:30 WIB
Rusia Tuduh Inggris Terlibat dalam Serangan Rudal Ukraina di Bryansk
ILUSTRASI. Kremlin menuduh spesialis Inggris terlibat serangan rudal Storm Shadow di Bryansk. Rusia catat keterlibatan ini dan ancam respons (REUTERS/Alina Smutko)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Kremlin menuduh spesialis asal Inggris terlibat dalam serangan rudal mematikan yang dilakukan Ukraina terhadap kota Bryansk di Rusia. Serangan tersebut disebut menggunakan rudal jelajah Storm Shadow buatan Inggris.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, pada Rabu (11/3/2026) menyatakan bahwa Rusia akan mempertimbangkan keterlibatan Inggris dalam serangan tersebut.

Gubernur wilayah Bryansk mengatakan bahwa serangan yang terjadi pada Selasa (10/3) menewaskan sedikitnya enam warga sipil dan melukai 37 orang. Ia menyebut insiden tersebut sebagai “serangan rudal teroris”, meskipun tidak menjelaskan secara rinci target yang diserang.

Di sisi lain, Ukraina menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan fasilitas penting yang memproduksi komponen rudal bagi militer Rusia. Moskow menuduh Kyiv sengaja menargetkan warga sipil.

Baca Juga: Selat Hormuz Mencekam! 3 Kapal Diserang, Minyak Dunia Terancam?

Menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan respons militer Rusia atas penggunaan rudal buatan Inggris di wilayah kedaulatannya, Peskov mengatakan bahwa Moskow mencatat keterlibatan Inggris dalam serangan tersebut.

“Jelas bahwa peluncuran rudal tersebut tidak mungkin dilakukan tanpa spesialis Inggris,” kata Peskov kepada wartawan.

“Kami menyadari hal ini, kami mengetahuinya dengan baik, dan tentu saja kami akan memperhitungkannya,” tambahnya.

Peskov juga menegaskan bahwa operasi militer Rusia di Ukraina bertujuan mencegah tindakan yang disebutnya sebagai aksi barbar dari pemerintah Kyiv. Ia menyebut salah satu tujuan utama operasi tersebut adalah melakukan demiliterisasi Ukraina.

Baca Juga: Dua Drone Jatuh di Sekitar Bandara Internasional Dubai, Empat Orang Terluka

Hingga saat ini belum ada tanggapan langsung dari pemerintah Inggris terkait tuduhan Rusia tersebut. Namun, Moskow sebelumnya berulang kali menyatakan bahwa Ukraina membutuhkan keahlian Barat serta data penargetan dan citra satelit dari negara Barat untuk meluncurkan rudal canggih ke wilayah Rusia.

Sementara itu, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengatakan bahwa Kyiv telah menyerang salah satu pabrik militer paling penting di Bryansk yang memproduksi komponen elektronik untuk rudal Rusia.

Di pihak lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menyatakan bahwa serangan tersebut telah direncanakan sebelumnya dan menargetkan warga sipil. Ia juga menantang Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menilai insiden tersebut secara independen.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×